Serangan ke Hamas Meluas, Bantuan ke Gaza Masih Tertahan
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 5 Mei 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali memperluas operasi militernya terhadap Hamas di Jalur Gaza. Kali ini, langkah tersebut didukung dengan pengerahan puluhan ribu pasukan cadangan dan rencana baru untuk penyaluran bantuan kemanusiaan.
Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan bahwa panggilan untuk pasukan cadangan sudah mulai dikeluarkan.
"Kami meningkatkan tekanan dengan tujuan mengembalikan rakyat kami (yang disandera) dan mengalahkan Hamas," ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip Reuters, Senin (5/5/2025).
Sementara itu, kabinet keamanan Israel juga menyetujui rencana baru distribusi bantuan di Gaza. Meskipun detilnya belum diumumkan secara lengkap, bantuan akan disalurkan oleh kontraktor asing untuk memastikan tidak jatuh ke tangan Hamas. Namun, belum jelas kapan bantuan benar-benar bisa masuk.
Sebagai latar belakang, Israel meluncurkan serangan besar ke Gaza sebagai balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang disandera ke wilayah Gaza.
Namun, sejak saat itu, lebih dari 52.000 warga Palestina dilaporkan tewas, dan situasi kemanusiaan di Gaza makin buruk. Sebanyak 2,3 juta penduduk kini tergantung sepenuhnya pada bantuan, yang distribusinya tersendat akibat blokade yang diberlakukan sejak Maret lalu.
Israel berdalih bahwa blokade itu bertujuan mencegah penyalahgunaan bantuan oleh Hamas, tuduhan yang dibantah keras oleh pihak Hamas. Saat ini, sekitar sepertiga wilayah Gaza berada di bawah kontrol militer Israel, dan tekanan internasional agar Israel membuka jalur bantuan terus meningkat. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!