Serangan Israel ke Gaza Picu Kemarahan Warga, Netanyahu Dituding Bermain Politik
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 20 Maret 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | ISRAEL - Ribuan warga Israel turun ke jalan di Yerusalem pada Rabu (19/3/2025) untuk memprotes keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang kembali melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Serangan ini mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap nasib para sandera Israel yang masih berada di Gaza.
Amarah publik semakin memuncak setelah Netanyahu memecat kepala intelijen Shin Bet, Ronen Bar. Banyak warga menilai langkah ini sebagai upaya untuk menggantikan posisi vital tersebut dengan orang-orang loyalisnya.
Demonstrasi besar ini mengingatkan pada protes terhadap reformasi peradilan Israel yang terjadi sebelum agresi ke Gaza dimulai. Para demonstran bahkan memblokade jalan utama menuju Yerusalem, menuntut Netanyahu mengutamakan kepentingan rakyat, bukan politiknya sendiri.
Serangan Israel sejak Selasa (18/3/2025) telah menyebabkan lebih dari 400 korban jiwa, termasuk lebih dari 100 anak-anak. Langkah Netanyahu ini diyakini sebagai upaya untuk memperkuat koalisinya yang goyah, terutama setelah Menteri sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, kembali bergabung dalam pemerintahan.
Sementara itu, survei dari Israel Democracy Institute menunjukkan mayoritas warga Israel mendukung gencatan senjata. Sekitar 70 persen warga ingin negosiasi dengan Hamas dan menarik pasukan dari Gaza demi membebaskan para sandera. Bahkan, 61,5 persen pendukung Partai Likud, partai Netanyahu, mendukung gencatan senjata tahap dua.
Beberapa tokoh Israel mengkritik keras Netanyahu, menuduhnya menggunakan perang ini untuk kepentingan pribadi, terutama dalam menghadapi persidangan kasus korupsi yang tengah menjeratnya. Netanyahu dijadwalkan bersaksi pada Selasa (18/3/2025), namun sidang tersebut dibatalkan hanya beberapa jam setelah Israel melanjutkan serangan ke Gaza.
Netanyahu membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa serangan ke Gaza dilakukan demi keamanan Israel. Namun, bagi sebagian besar warga Israel, perang ini justru semakin memperparah perpecahan di dalam negeri. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!