IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Sempat Trending Twitter, Potensi Hijab Lokal Bangkitkan Ekonomi Nasional; Hasil Riset Evermos di World Economic Forum

ED
Kamis, 24 November 2022 | 15:29 WIB
Bagikan
Sempat Trending Twitter, Potensi Hijab Lokal Bangkitkan Ekonomi Nasional; Hasil Riset Evermos di World Economic Forum

VISI.NEWS | BANDUNG - Baru-baru ini, "Artikel Hijab Evermos" menjadi salah satu topik yang banyak dibahas pengguna Twitter. Mengungkapkan besarnya potensi ekonomi nasional dari industri hijab, artikel berbasis riset yang dirilis di World Economic Forum (WEF) tersebut menunjukkan data transaksi hijab di Indonesia mencapai 1 miliar lembar per tahun atau setara dengan lebih dari Rp 91 triliun. Namun, hanya 25% yang berasal dari produksi lokal, suatu potensi besar untuk ekonomi nasional yang belum dioptimalkan.

Berdasarkan data demografi dari Kementerian Dalam Negeri, sebesar 86,9% dari sekitar 273 juta jiwa penduduk Indonesia beragama islam. Raymond Chin, CEO & Founder Ternakuang, mengatakan saat membahas artikel yang sama di dalam unggahannya, "Market syariah ini sleeping giant. Potensinya besar sekali, tapi belum dimaksimalkan oleh para pebisnis pelaku UMKM di Indonesia".

Evermos, penulis artikel yang ramai dibicarakan tersebut, merupakan social commerce yang berfokus pada produk-produk halal dan memiliki visi untuk memudahkan wirausaha sekaligus mengembangkan brand dan UKM lokal. Melihat besarnya potensi perkembangan ekonomi melalui para pelaku UKM, Evermos berharap lebih banyak masyarakat yang mendukung produk-produk lokal, salah satunya hijab.

Ghufron Mustaqim, CEO & Co-Founder Evermos, menyampaikan pada saat diwawancara, "Kontribusi social commerce terhadap ekonomi Indonesia mencapai $12 miliar. Evermos sebagai social commerce nomor satu di Indonesia saat ini, tentu kita ingin senantiasa memperbesar kontribusi kami dalam perekonomian nasional, membantu menjualkan produk-produk halal brand lokal melalui jaringan reseller kami".

Mengangkat potensi hijab lokal lebih lanjut, Evermos bekerja sama dengan Produser ternama Hanung Bramantyo baru saja meluncurkan sebuah film dokumenter pendek. Film ini mengangkat kisah-kisah para pelaku industri hijab di dalam negeri. Mulai dari pebisnis, pelaku UMKM, perancang busana, pemotong kain, penjahit, hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, memberikan sudut pandangnya pada film berdurasi kurang dari 25 menit tersebut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.