Semarak Hari Pahlawan, FPIPS UPI Gelar Seminar Kepahlawanan
Menurut Andi Suwirta, Soekarno yang sejak masih kuliah di THS sekarang ITB didukung sepenuhnya oleh Inggit Garnasih. Inggit hadir sebagai istri, sahabat, teman seperjuangan, dan tempat berlabuh Soekarno. Rumah tangganya dengan Soekarno selama hampir 20 tahun (1923-1943) telah menemani Soekarno selama empat periode, dari awal Soekarno masih menjadi mahasiswa ITB (1923-1926); memimpin pergerakan nasional (1923-1933); menemani Soekarno di masa pengasingan di Flores dan Bengkulu (1934-1942), hingga pada akhirnya terpaksa bercerai dengan Soekarno di tahun 1943, karena Inggit tidak mau dimadu.
Inggit bercerai dengan Soekarno, saat Bapak Bangsa itu dalam hitungan tahun akan menjadi Presiden Republik Indonesia di tahun 1945. Tidak salah jika Ramadhan KH, memberikan judul novel sejarahnya.
"Ku Antar Ke Gerbang; Kisah Cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno", ungkap Andi Suwirta.
Menurut Dadan, Perjuangan 20 tahun bersama Soekarno dalam episode awal kemerdekaan, tentu bukanlah perjuangan yang mudah. Pengorbanan Inggit Garnasih untuk mendukung cita cita kemerdekaan yang digaungkan Soekarno, patut dihargai. Namun pencalonan Inggit Garnasih untuk menjadi Pahlawan Nasional, belum membuahkan hasil. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengajukan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2008 dan 2012. Bahkan atas dukungan Ibu Megawati Soekarnoputri, diajukan lagi pada tahun 2023, namun belum dikabulkan juga, ungkap Guru Besar Sejarah yang 20 tahun bertugas di Sekretariat Negara itu
Saat ini Inggit Garnasih telah dianugerahi Satyalancana Perintis Kemerdekaan dan Bintang Mahaputera Utama. Gagasan untuk terus memperjuangkan Inggit Garnasih perlu terus digaungkan. Hal itu akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten dan Kota Bandung pada khususnya serta masyarakat Jawa Barat, pada umumnya, tutup Prof. Dadan Wildan. @ihda
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!