Sekda Kabupaten Sukabumi Sebut Perempuan dan Anak Rentan Jadi Korban TPPO
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 1 Maret 2025 | 05:05 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman membuka pelatihan kurikulum regional tentang identifikasi, perlindungan dan dukungan serta pemulihan dan reintegrasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diselenggarakan Yayasan DarkBali Indonesia, di Hotel Pangrango Sukabumi, Selasa (25/2/2025).
Dilansir dari akun media sosial resmi Pemkab Sukabumi, Direktur Yayasan DarkBali Putu Darma Asti mengatakan pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya penanggulangan TPPO.
"Tindak Pidana Perdagangan Orang adalah kejahatan yang bertujuan mengeksploitasi manusia untuk keuntungan ekonomi. TPPO merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius," ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutanya Ade mengatakan perdagangan orang adalah bentuk modern dari perbudakan manusia dan faktor ekonomi merupakan faktor utama yang dapat menjadi penyebab masyarakat terjebak dalam jerat praktek perdagangan orang.
Lebih lanjut Ade menyatakan perempuan dan anak menjadi yang paling rentan untuk menjadi korban karena mereka sangat lemah dalam mengantisipasi bujuk rayu para pelaku TPPO.
TPPO berpotensi menjadi kejahatan yang komplek karena didalamnya dapat memicu timbulnya kejahatan kejahatan lainnya seperti prostitusi, pemalakan, pembunuhan dan masih banyak lagi.
"Penanganan TPPO ini tidak bisa berdiri sendiri tetapi harus berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk bersama-sama dalam penanganan TPPO," tegasnya.
Ade berharap betapa pentingnya Program ini untuk itu ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga mampu meningkatkan koordinasi dan sinergitas antar pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO di Kabupaten Sukabumi khususnya dan Indonesia pada umumnya. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!