Segini Jumlah Kebutuhan Susu untuk Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

ED
Kamis, 10 Oktober 2024 | 14:30 WIB
Bagikan
Segini Jumlah Kebutuhan Susu untuk Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

VISI.NEWS | JAKARTA - Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program strategis Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Untuk mendukung program tersebut, dibutuhkan pasokan susu yang lebih banyak, Kamis (10/10/2024).

Oleh karena itu, akan ada impor 1 juta sapi perah. Sapi tersebut akan dikembangkan oleh investor agar dapat menambah produksi susu dalam negeri. Jadi, impor sapi ini tidak serta merta habis begitu saja.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda menjelaskan kebutuhan susu nasional 4,7 juta ton. Namun, capaian produksi lokal kurang dari 1 juta ton atau di bawah 21% dari kebutuhan.

"Dengan defisit yang mencapai >3,7 juta ton (>79%) dari konsumsi susu di Indonesia harus dipenuhi dari impor," jelas Agung, Kamis (10/10/2024).

Agung menyebut, data tersebut mencerminkan tingginya ketergantungan Indonesia pada impor untuk produk-produk pangan hewani, khususnya susu, guna memenuhi kebutuhan konsumsi domestik yang terus meningkat.

"Upaya untuk meningkatkan produksi dalam negeri menjadi semakin penting untuk mencapai ketahanan pangan di masa mendatang," tuturnya.

Dia memperkirakan kebutuhan susu nasional untuk regular dan MBG bertambah setiap tahunnya. Kementan memproyeksikan pada 2029 kebutuhan susu untuk MBG mencapai 8,5 juta ton.

"Dari jumlah tersebut, kebutuhan susu untuk Program MBG tahun 2029 diperkirakan akan membutuhkan sekitar 3,6 juta ton susu segar. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Pertanian merencanakan impor sapi perah sebanyak 1 juta ekor hingga tahun 2029, yang akan dilaksanakan oleh pelaku usaha," terangnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.