Seekor Kerbau "Kiai Slamet" Milik Keraton Surakarta Mati Terkena PMK
Menyinggung apakah kerbau yang terkena PMK akan diikutkan dalam kirab pusaka Keraton Surakarta, pada malam menjelang tahun baru Jawa tanggal 1 Sura 1955 atau 1 Muharam 1443 H tahun 2022, menurut Dani masih akan melihat perkembangan kesehatannya. "Kalau yang terindikasi kena PMK tidak bisa ikut, kemungkinan mengambil kerbau dari kandang lain di luar keraton. Namun semua tergantung perkembangan dalam seminggu mendatang," tandasnya.
Dia menambahkan, berdasarkan dugaan pihak Dispertan dan KPP kerbau yang terindikasi PMK bukan tertular dari hewan lain tetapi dari manusia yang disebut "carrier" penularan. Alasannya, karena kandang kerbau sisi timur dan barat yang dibatasi sekat masing-masing jauh dari kandang ternak lain.
Sementara itu, dalam tradisi Keraton Surakarta, pada malam menjelang tanggal 1 Sura setiap tahun, kerbau keturunan Kiai Slamet selalu menjadi pemandu kirab pusaka Keraton Surakarta, mengelilingi kawasan keraton dari tengah malam sampai subuh.
Bagi masyarakat Kota Solo dan daerah sekitarnya yang masih percaya dengan kesakralan Kiai Slamet, saat mengikuti jalannya prosesi kirab selalu menantikan tinja kerbau yang seringkali menjadi rebutan karena dianggap bertuah.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!