Seat Squatting Makin Meresahkan: Pengalaman Penumpang Saat Terbang
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 3 Januari 2025 | 01:55 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Bepergian dengan pesawat sudah cukup menantang bagi sebagian orang. Namun, kini para penumpang dihadapkan dengan tren baru yang mengganggu, yakni seat squatting dengan tindakan menempati kursi milik orang lain tanpa izin dengan harapan pemilik kursi akan mengalah.
Fenomena ini semakin marak terlihat di media sosial, terutama di TikTok. Seorang influencer, Shannon Ella, membagikan pengalaman pribadinya terkait seat squatting. Dalam video yang telah ditonton lebih dari 212.000 kali, Shannon menceritakan bagaimana seorang pria menduduki kursinya dan menolak untuk pindah.
Pengalaman Shannon memancing banyak komentar dari warganet yang berbagi kisah serupa. Salah satu cerita menarik datang dari seorang ibu yang menyerahkan anak-anaknya kepada seorang seat squatter. Tindakan itu membuat pelaku segera kembali ke kursi yang sesuai dengan tiketnya.
Seorang pramugari bernama Olivia menegaskan pentingnya penegakan aturan tempat duduk di pesawat.
"Jika ada yang mengeluh tentang orang lain yang mengambil kursinya, saya pasti akan meminta mereka untuk pindah ke kursi yang telah ditentukan," ujarnya melalui TikTok.
Fenomena ini tidak hanya memicu ketidaknyamanan tetapi juga debat di kalangan penumpang. Beberapa penumpang bahkan mengusulkan sanksi tegas, seperti menurunkan pelaku dari pesawat, untuk mencegah perilaku serupa di masa mendatang.
Seat squatting mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap aturan dan etika saat bepergian. Kursi pesawat telah ditentukan berdasarkan tiket yang dibeli, sehingga setiap orang diharapkan mematuhi aturan tersebut demi kenyamanan bersama.
Jika menghadapi seat squatter, disarankan untuk tetap tegas namun sopan. Jangan ragu meminta bantuan kru pesawat agar perjalanan tetap lancar dan bebas stres. Perilaku etis saat bepergian adalah kunci untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban penerbangan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!