SCG Resmikan Batching Plant Terbaru di Bali, Hadirkan Solusi Inovatif yang Adaptif dengan Kebutuhan Lokal
Selain itu, untuk mengatasi tantangan akses transportasi di beberapa area di Bali yang memiliki jalan sempit, SCG juga menghadirkan Jayamixni, truk mixer mini berkapasitas 3 m³ yang dapat beroperasi di jalan dengan lebar minimal 3 meter. Dengan kombinasi inovasi ini serta produk unggulan lainnya, SCG optimis dapat menghadirkan solusi konstruksi yang inovatif dan layanan yang memenuhi kebutuhan pembangunan di wilayah Bali.
Dengan berbagai produk bangunan berkualitas tinggi, SCG telah menjadi mitra terpercaya dalam berbagai proyek pembangunan di Indonesia. Jayamix Marine Concrete telah digunakan dalam proyek pembangunan PLTU Kupang serta pengembangan kawasan industri di Cilegon, membuktikan ketahanannya terhadap lingkungan pesisir. SCG juga melayani berbagai proyek. Jayamix Fast Setting Concrete telah menjadi solusi utama untuk perbaikan jalur TransJakarta sejak 2017, memastikan waktu pengerjaan yang lebih singkat tanpa mengorbankan kualitas. Adapun Jayamix Stamped Concrete dan Jayamix Porous Concrete telah mendukung pembangunan jalur pedestrian di hampir seluruh kota Jakarta sejak 2017 serta digunakan dalam proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Depok. Kepercayaan yang terus diberikan terhadap produk-produk ini menjadi bukti komitmen SCG dalam menghadirkan solusi inovatif bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia, Thichet Srisuriyon, mengatakan, “Kami sangat bangga dapat menjadi mitra terpercaya dalam distribusi bahan konstruksi untuk berbagai proyek pembangunan di Indonesia. Dengan hadirnya SCG di Bali, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendorong pembangunan di wilayah ini. Melalui High Value Added Product serta solusi inovatif berkualitas tinggi, kami siap mendukung pertumbuhan infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi setiap proyek konstruksi.”
Sesuai dengan prinsip bisnis ESG 4 Plus, SCG telah menerapkan penggunaan material rendah karbon dalam produksi beton untuk disalurkan kepada pelanggan, serta memperkenalkan agregat daur ulang dalam tahap konstruksi di setiap batching plant Jayamix by SCG. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalkan limbah, dengan kapasitas pengolahan yang dapat meningkatkan volume dan kecepatan pencampuran beton di central mixer. Kedua implementasi ini merupakan komitmen SCG dalam mengurangi limbah yang dihasilkan dari aktivitas pembangunan. Prinsip ESG 4 Plus memiliki empat nilai utama: Mencapai Nol Bersih Emisi per Tahun 2050 (Set Net Zero), Mewujudkan Industri Hijau (Go Green), Menekan Kesenjangan Sosial (Reduce Inequality), dan Merangkul Kolaborasi (Embrace Collaboration), dengan keadilan dan transparansi sebagai landasan di setiap operasinya. Pengadaan alat recycle aggregate mencerminkan nilai Go Green, mendukung industri infrastruktur yang lebih ramah lingkungan melalui optimalisasi material daur ulang dan pengurangan limbah konstruksi. Dalam acara peresmian di Bali, Tirayot juga mengumumkan bahwa SCG akan segera meresmikan fasilitas batching plant di Bandung pada tahun ini. “Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, kami akan membuka fasilitas batching plant di Bandung guna memenuhi kebutuhan berbagai proyek konstruksi fasilitas publik di wilayah tersebut,” tutup Tirayot.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!