Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

SBY Cemas Potensi Perang Dunia III, Berharap Mimpi Buruk Tak Terjadi

Desi Rossilawati
Senin, 19 Januari 2026 | 13:43 WIB
Bagikan
SBY Cemas Potensi Perang Dunia III, Berharap Mimpi Buruk Tak Terjadi

VISI.NEWS | BANDUNG - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan kecemasan dan kekhawatirannya terhadap potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga di tengah memanasnya situasi geopolitik global. Meski demikian, ia berharap dan berdoa agar skenario terburuk tersebut tidak benar-benar terjadi.

SBY menyampaikan pandangannya melalui unggahan di akun media sosial X @SBYudhoyono, Senin (19/1/2026). Dalam pernyataannya, SBY menilai dunia saat ini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan memiliki kemiripan dengan situasi menjelang Perang Dunia Pertama dan Kedua.

"Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya. Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi," kata SBY dalam unggahannya di platform media sosial X @SBYudhoyono, dikutip Senin (19/1/2026).

Berdasarkan pengamatannya, SBY melihat bahwa dunia saat ini memiliki kesamaan dengan situasi jelang Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945).

Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang dan terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan.

Ia juga melihat adanya pembangunan kekuatan militer besar-besaran, termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang sangat panas.

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah," tulisnya.

SBY melanjutkan, banyak studi yang mengatakan jika perang dunia, perang total, dan perang nuklir terjadi maka kehancuran dunia tak bisa dihindari.

Korban jiwa, kata SBY, bisa mencapai lebih dari 5 milyar yang membuat peradaban dan harapan manusia musnah.

"Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya," ujarnya.

SBY pun menyarankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar persidangan umum darurat untuk mencegah terjadinya perang dunia III.

"Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly)," kata SBY.

"Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru," sambungnya.

SBY sendiri mengatakan, mungkin saja PBB tidak memiliki daya dan kuasa dalam mencegah terjadinya konflik dunia yang lebih besar.

"Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing," tegas SBY.

"Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu 'bagai berseru di padang pasir'. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way," sambungnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.