Riset Terbaru Ungkap Kesenjangan yang Terus Terjadi dalam Representasi Kepemimpinan Asia di Tingkat Dunia

ED
Kamis, 15 September 2022 | 14:18 WIB
Bagikan
Riset Terbaru Ungkap Kesenjangan yang Terus Terjadi dalam Representasi Kepemimpinan Asia di Tingkat Dunia

Mempersiapkan Pemimpin Asia

Demi mengatasi cultural hardwiring dan meraih kesuksesan saat memegang jabatan global, CCL mengidentifikasi lima karakter yang wajib ditunjukkan pemimpin Asia—keberanian, kuriositas, kepercayaan, kemampuan memengaruhi keputusan, dan pola pikir strategis. Pemimpin Asia telah membuat perkembangan penting dalam seluruh aspek ini selama lima tahun terakhir. Pola pikir strategis, misalnya, menjadi salah satu aspek yang mengalami peningkatan di tengah pemimpin Asia, mencatat skor 3,82—meningkat dari 3,74 pada 2017.

Namun, meski kita menemui beberapa kisah sukses tentang pemimpin Asia yang berhasil memegang jabatan regional atau global, perusahaan juga harus berinisiatif mendorong perkembangan pemimpin Asia secara terstruktur. Laporan ini menyajikan lima rencana aksi bagi calon pemimpin Asia di tingkat dunia, serta transformasi kelembagaan untuk membangun rencana pengembangan kepemimpinan yang beraneka ragam.

"Dunia bisnis di Asia tergolong dinamis, cepat, dan intens. Pemimpin harus mampu mengambil keputusan ketika berada dalam tekanan, serta siap beradaptasi, merumuskan jalur perusahaan pada masa mendatang dengan menyeimbangkan pola pikir strategis, keberanian, kepercayaan diri, dan kesadaran akan risiko. Di Swiss Re, kami menilai, investasi berkelanjutan pada pemimpin merupakan langkah penting, sebab karakteristik tersebut berperan penting menggerakkan pertumbuhan perusahaan kami di Asia dan dunia," jelas Paul Murray, Regional President & CEO, Reinsurance Asia, Swiss Re.

Untuk informasi lebih lanjut dan mengunduh laporan tersebut, Anda dapat mengunjungi tautan ini.

Metodologi Riset

Dari Februari dan Juni 2022, 75 pemimpin regional dan global di 50 perusahaan diwawancarai dalam riset ini. Wawancara ini memanfaatkan data dari 119 wawancara yang berlangsung pada 2017. Pewawancara berasal dari beragam industri, terdiri atas 75% sosok yang memegang jabatan bisnis dan 25% sosok yang menjabat eksekutif senior bidang SDM. Sebanyak 70% pewawancara merupakan keturunan Asia, dan 25% perusahaan yang menjadi tempat berkarier mereka berkantor pusat di Asia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.