IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Ridwan Kamil Diminta Cari PAD Sektor Pabrik yang Punya Potensi Rp. 60 Triliun

ED
Selasa, 11 Oktober 2022 | 14:32 WIB
Bagikan
Ridwan Kamil Diminta Cari PAD Sektor Pabrik yang Punya Potensi Rp. 60 Triliun

VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) diminta untuk segera mencari solusi soal potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp. 60 triliun dari sektor pabrik yang tidak bisa diserap.

Dikatakan anggota DPRD Jabar Fraksi Partai Demokrat Irfan Suryanagara, banyak pabrik berdiri di wilayah Jabar, namun kantor pusatnya di Jakarta, akibatnya potensi pendapatan PPH 21 dan PPH 25 Badan, lebih banyak masuk ke kas DKI Jakarta.

"Kami meminta supaya kantor-kantor pabrik yang ada di Bekasi, Karawang, yang berkantor pusat di wilayah Jabar supaya 10 plus 1,5 persen pajak itu masuk ke Provinsi Jabar," katanya.

Seandainya itu ada di Jabar, lanjut Irfan, maka PAD Jabar bisa di atas DKI, bahkan diperkiran bisa mencapai target Rp. 60 triliun, karena keberadaan pabrik di Jabar banyak, namun lendapatannya masuk ke daerah lain.

"Cukup sering saya menyampaikan ini di berbagai forum, soal PPH 21, PPH 25 badan, ada semacam jokes, kenapa mereka cuma buang kotoran aja di Jabar ?" imbuhnya.

Untuk itu, DPRD Jabar meminta agar kedepan PAD Jabar sama halnya dengan target PAD yang didapat Pemprov DKI Jakarta, paling tidak mirip-mirip.

"Pertanyaannya ? bisa tidak ? makanya harus ada solusi," ungkap Irfan, Selasa (11/10/22).

Sekedar informasi, Gubernur Jabar RK sudah membuat dan menyampaikan surat edaran terhadap para pengusaha yang mendirikan pabrik di Jabar, edaran tersebut salah satunya mewajibkan untuk membuka kantor cabang di Jabar.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.