Ridwan Kamil Diminta Cari PAD Sektor Pabrik yang Punya Potensi Rp. 60 Triliun
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) diminta untuk segera mencari solusi soal potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp. 60 triliun dari sektor pabrik yang tidak bisa diserap.
Dikatakan anggota DPRD Jabar Fraksi Partai Demokrat Irfan Suryanagara, banyak pabrik berdiri di wilayah Jabar, namun kantor pusatnya di Jakarta, akibatnya potensi pendapatan PPH 21 dan PPH 25 Badan, lebih banyak masuk ke kas DKI Jakarta.
"Kami meminta supaya kantor-kantor pabrik yang ada di Bekasi, Karawang, yang berkantor pusat di wilayah Jabar supaya 10 plus 1,5 persen pajak itu masuk ke Provinsi Jabar," katanya.
Seandainya itu ada di Jabar, lanjut Irfan, maka PAD Jabar bisa di atas DKI, bahkan diperkiran bisa mencapai target Rp. 60 triliun, karena keberadaan pabrik di Jabar banyak, namun lendapatannya masuk ke daerah lain.
"Cukup sering saya menyampaikan ini di berbagai forum, soal PPH 21, PPH 25 badan, ada semacam jokes, kenapa mereka cuma buang kotoran aja di Jabar ?" imbuhnya.
Untuk itu, DPRD Jabar meminta agar kedepan PAD Jabar sama halnya dengan target PAD yang didapat Pemprov DKI Jakarta, paling tidak mirip-mirip.
"Pertanyaannya ? bisa tidak ? makanya harus ada solusi," ungkap Irfan, Selasa (11/10/22).
Sekedar informasi, Gubernur Jabar RK sudah membuat dan menyampaikan surat edaran terhadap para pengusaha yang mendirikan pabrik di Jabar, edaran tersebut salah satunya mewajibkan untuk membuka kantor cabang di Jabar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!