IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Ribuan Warga Tumpah Ruah, 12 Jam Bandung Ngurulung Angklung Siap Pecahkan Rekor

ED
Minggu, 9 Juni 2024 | 09:11 WIB
Bagikan
Ribuan Warga Tumpah Ruah, 12 Jam Bandung Ngurulung Angklung Siap Pecahkan Rekor

VISI.NEWS | BANDUNG - Selama 12 Jam Bandung Ngurulung Angklung juga dinobatkan sebagai pemecah rekor Original Record Indonesia (ORI) sebagai permainan angkung ternama.

Pantauan Humas Kota Bandung, sekitar pukul 10.00—11.00 WIB, suasana di panggung 12 Jam Bandung Ngurulung Angklung sudah sangat meriah. Saat itu, di Stage 3 sedang mentas grup angklung Potads (Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome) sebagai salah satu penampil dalam 12 Jam Bandung Ngurulung Angklung.

Kegiatan ini mengundang animo masyarakat yang sangat besar. Tak hanya warga Kota Bandung saja, warga luar Kota Bandung atau wilayah Bandung Raya datang jauh-jauh ke Balai Kota Bandung untuk menyaksikan acara ini.

Selvi Agustin, warga asal Rancaekek Kabupaten Bandung datang jauh-jauh ke balai kota untuk menonton salah satu kawannya yang menjadi penampil di 12 Jam Bandung Ngurulung Angklung.

"Sudah lumayan lama, dari pukul 07.15 WIB tiba di balai kota," ujarnya.

Ia mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, sebagai masyarakat lokal, sudah merupakan kewajiban untuk mengenal dan menjaga warisan budaya salah satunya angklung ini.

"Sebetulnya nonton temen manggung, ngasih semangat saja. Beberapa kawan juga hadir ke sini," ujarnya.

Hal yang sama juga dilontarkan Arian. Ia datang dari Cihampelas, Cililin, yang berada di wilayah barat Bandung Raya.

"Sebetulnya memang mau main saja sih ke sini. Sekalian mau jalan-jalan ke Braga. Katanya di Balaikota ada acara angklung apa, begitu, saya dan temen-temen penasaran dan akhirnya ikut seru-seruan," terangnya.

Ia mengaku senang dan menikmati rangkaian pertunjukan 12 Jam Bandung Ngurulung Angklung. Sembari menyaksikan pertunjukkan, ia juga tampak berkeliling area stan kuliner di area Balaikota.

"Seru-seruan saja. Sambil nongkrong, sambil jajan. Kayaknya sampai malam mau berkeliling aja di sekitaran sini," ucapnya.

Penjabat Ketua TP PKK Kota Bandung, Linda Nurani Hapsah yang menghadiri acara ini menyampaikan apresiasi positif. Menurutnya, animo masyarakat yang luar biasa terhadap kegiatan 12 Jam Bandung Ngurulung Angklung patut disyukuri.

Menurutnya, ini merupakan simbol kecintaan dan upaya wargi Bandung dalam melestarikan budaya lokal.

"Alhamdulillah animo masyarakat terlihat luar biasa, begitu besar. Masyarakat Bandung Raya antusias menyaksikan permainan angklung dari berbagai penampil," ujarnya.

Ia berpesan, khususnya kepada generasi muda agar senantiasa menjaga angklung sebagai warisan budaya luhur. Apalagi, angklung lahir dan tumbuh besar dari Kota Bandung.

"Angklung memang lahir dan besar dan di Kota Bandung. Kita sebagai wargi Bandung harus mencintainya. Selain itu, angklung juga sudah mendunia, generasi muda harus merawatnya," pesan Linda.

12 Jam Bandung Ngurulung Angklung berlangsung sejak 06.30—20.30 WIB. Pada puncak acara malam nanti, akan ada penyerahan penghargaan rekor permainan angklung terlama dari Original Rekor Indonesia (ORI).

Kegiatan puncak nanti bakal disiarkan langsung juga melalui kanal YouTube Diskominfo Kota Bandung.

"Kegiatan ini bukan semata-mata memecahkan rekor, tetapi merupakan upaya pelestarian budaya lokal. Semoga menjadi inspirasi bagi daerah lain yang memiliki potensi," pungkas Linda.

@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.