Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Ribuan Warga Gelar Demo Serentak Lawan Agenda Trump

Desi Rossilawati
Minggu, 6 April 2025 | 23:00 WIB
Bagikan
Ribuan Warga Gelar Demo Serentak Lawan Agenda Trump
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Ribuan orang di seluruh Amerika Serikat dan berbagai kota dunia turun ke jalan pada Sabtu (5/4/2025) dalam aksi protes serentak bertajuk 'Hands Off!' Aksi ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat pada 20 Januari lalu, dengan sekitar 1.200 titik aksi tersebar di semua 50 negara bagian. Demonstrasi juga terjadi di kota-kota besar dunia seperti London, Paris, Berlin, Meksiko City, dan Lisbon, menandakan skala global dari gerakan ini. Aksi dipelopori oleh lebih dari 150 kelompok progresif, termasuk Indivisible, MoveOn, dan Working Families Party. Menurut Ezra Levin, salah satu pendiri Indivisible, aksi ini adalah seruan bagi Trump, Elon Musk, dan para politisi konservatif untuk tidak mencampuri demokrasi, pendidikan, dan hak-hak komunitas lokal. Demonstrasi besar juga terjadi di National Mall, Washington DC, dan mencakup kelompok pro-Palestina yang menolak dukungan militer AS terhadap Israel serta penanganan protes mahasiswa oleh pemerintah Trump. Para demonstran menyoroti serangkaian kebijakan kontroversial Trump sejak dilantik kembali, termasuk pemecatan PNS, pembatasan hak transgender, deportasi besar-besaran, dan pengaruh agenda konservatif radikal dari Project 2025, sebuah inisiatif yang disebut bertujuan mengubah wajah pemerintahan federal. Meski menuai kecaman, Gedung Putih membela kebijakan tersebut. Liz Huston, juru bicara Presiden, menegaskan bahwa Trump tetap akan melindungi hak-hak sosial warga yang sah, dan menuduh Demokrat merusak sistem kesejahteraan dengan memberi tunjangan kepada imigran ilegal. Beberapa organisasi besar seperti Greenpeace, Human Rights Campaign, dan Serikat Pekerja SEIU ikut serta dalam gerakan ini. Meski jumlah peserta disebut lebih kecil dari aksi besar seperti Women’s March tahun 2017, semangat perlawanan dianggap lebih solid dan terkoordinasi. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.