Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Ribuan Warga AS Demo Serentak Tolak Deportasi Massal dan Kebijakan Trump

Desi Rossilawati
Jumat, 18 Juli 2025 | 22:00 WIB
Bagikan
Ribuan Warga AS Demo Serentak Tolak Deportasi Massal dan Kebijakan Trump
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Ribuan warga Amerika Serikat turun ke jalan pada Kamis (17/7/2025) untuk memprotes kebijakan kontroversial Presiden Donald Trump yang dinilai menindas kelompok rentan. unjuk rasa ini digelar serentak di lebih dari 1.600 lokasi di seluruh negeri. Aksi protes terjadi di berbagai kota besar, seperti Chicago, Atlanta, St. Louis, Annapolis, hingga Oakland. Selain menentang deportasi massal terhadap migran, warga juga mengecam pemotongan bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Demo ini sekaligus digelar untuk mengenang mendiang anggota Kongres dan aktivis hak-hak sipil, John Lewis. "Kita sedang menghadapi salah satu momen paling mengerikan dalam sejarah," kata Lisa Gilbert, Presiden Public Citizen, organisasi penggagas aksi, dalam konferensi pers daring pada Selasa (15/7/2025). Public Citizen menyebut pemerintahan Trump telah menunjukkan kecenderungan otoritarianisme yang mengancam hak, kebebasan, dan demokrasi di AS. Di Atlanta, sekitar 1.000 demonstran berkumpul di gereja Martin Luther King Jr, Ebenezer Baptist, untuk menghormati perjuangan John Lewis yang telah wafat lima tahun lalu. Sementara di pusat kota Washington, ratusan orang membawa spanduk memprotes deportasi massal dan menyamakan kebijakan Trump dengan rezim Nazi Jerman. "Fasisme akan runtuh. Dan ketika runtuh, apabila Anda terlibat, Anda akan dimintai pertanggungjawaban," ujar Mary Baird, pedemo dari Carolina Utara. Demo kali ini juga menuntut diakhirinya tindakan keras pemerintah terhadap hak-hak sipil, penghentian penargetan warga kulit hitam, migran, dan kaum trans, serta menolak pemangkasan program sosial seperti Medicaid dan SNAP. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.