Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Ribuan Korban Tewas, Bantuan Gempa Terhambat di Myanmar Akibat Kebijakan Junta

Desi Rossilawati
Rabu, 9 April 2025 | 21:15 WIB
Bagikan
Ribuan Korban Tewas, Bantuan Gempa Terhambat di Myanmar Akibat Kebijakan Junta
VISI.NEWS | MYANMAR - Junta militer Myanmar menuai kritik setelah diduga menghalangi masuknya bantuan internasional bagi korban gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut baru-baru ini. Gempa dengan magnitudo 7,7 menghancurkan dua kota besar, Sagaing dan Mandalay, serta menewaskan sedikitnya 3.514 orang. Sejumlah organisasi hak asasi manusia dan warga menuduh pemerintah militer Myanmar sengaja mempersulit kerja lembaga kemanusiaan asing yang ingin menyalurkan bantuan kepada korban bencana. Situasi ini diperburuk dengan kelangkaan pangan, air bersih, dan tempat tinggal. Dalam pernyataannya, Wakil Pemimpin Junta, Jenderal Soe Win, menegaskan bahwa hanya organisasi yang telah mendapat izin resmi yang diizinkan beroperasi, dan harus berkoordinasi dengan pejabat setempat. "Tim bantuan tidak diperbolehkan beroperasi secara independen, dari organisasi apapun," ujar Jenderal Soe Win, dikutip dari Radio Free Asia. "Harus berupa entitas yang sudah mendapatkan izin sebelumnya dan kebijakan akan dilaksanakan untuk menjamin perizinan yang sudah disetujui jika bekerja sama dengan pejabat terkait," demikian lanjut keterangan. Mereka juga mengklaim bahwa tindakan selektif ini dilakukan untuk mencegah masuknya pihak-pihak yang diduga memiliki niat negatif dengan memanfaatkan krisis. Namun, relawan di lapangan mengungkapkan bahwa pemeriksaan ketat justru memperlambat penyaluran bantuan dan menyumbang tingginya angka kematian. Seorang relawan bahkan menyatakan mereka hanya bisa menyaksikan warga meninggal dunia karena keterlambatan bantuan yang seharusnya bisa menyelamatkan nyawa. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.