Rencana Trump Ambil Alih Gaza Ditolak Negara Arab, Ini Responsnya
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 23 Februari 2025 | 14:18 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tampaknya mengubah nada pernyataannya terkait rencana mengambil alih Gaza, wilayah Palestina yang porak-poranda akibat perang dengan Israel. Dalam wawancara pada Jumat (21/2/2025), ia menegaskan bahwa ide tersebut hanyalah rekomendasi dan bukan sesuatu yang dipaksakan.
Sebelumnya, pada awal Februari, Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengendalikan Gaza dan melakukan pembangunan kembali. Bahkan, pada Minggu (9/2/2025), ia menambahkan bahwa dirinya ingin membeli dan memiliki wilayah tersebut.
"Saya berkomitmen untuk membeli dan memiliki Gaza," ujar Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.
Menurutnya, Gaza harus dihancurkan dan dibangun kembali agar lebih layak huni, serta bisa menjadi kawasan modern yang menarik bagi masyarakat dunia.
"Orang-orang bisa datang dari seluruh dunia dan tinggal di sana. Tapi kami akan mengurus orang-orang Palestina. Kami akan memastikan mereka hidup dengan indah dalam harmoni dan kedamaian dan mereka tidak dibunuh," tambahnya.
Namun, pernyataan ini menuai kecaman dari berbagai negara Arab, termasuk Mesir dan Yordania, yang menolak rencana tersebut karena khawatir dengan dampak bagi pengungsi Palestina.
Pada Jumat (21/2/2025), Trump mengungkap bahwa para pemimpin Mesir dan Yordania telah secara terang-terangan menolak idenya.
"Saya sedikit terkejut mereka mengatakan itu, tetapi mereka melakukannya," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News Radio.
Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah lama memberikan bantuan miliaran dolar per tahun kepada kedua negara tersebut.
"Cara melakukannya adalah dengan rencana saya. Saya pikir itu adalah rencana yang bisa bekerja, tetapi saya tak memaksakannya. Saya hanya akan duduk dan merekomendasikannya," ucapnya.
Pernyataan terbaru Trump ini muncul setelah para pemimpin negara-negara Arab mengadakan pertemuan di Riyadh pada Jumat (21/2/2025) untuk menyusun proposal rekonstruksi Gaza yang bertentangan dengan ide Trump.
Pertemuan ini dihadiri oleh tujuh negara:
1. Arab Saudi
2. Mesir
3. Yordania
4. Qatar
5. Uni Emirat Arab (UEA)
6. Kuwait
7. Bahrain
Para pemimpin negara-negara tersebut sepakat bahwa rencana Trump akan mengabaikan perjuangan rakyat Palestina dalam menentukan nasibnya sendiri. Mereka kini sedang merancang solusi alternatif yang akan dibahas dalam pertemuan Liga Arab di Kairo pada Selasa (4/3/2025). @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!