Rektor UNS Kritik Banyak Mahasiswa Belum Sadar Tugas Utamanya
VISI.NEWS | SOLO - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) yang pernah menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenristek Dikti, melontarkan kritik, saat ini banyak mahasiswa yang belum sadar bahwa tugas utama seorang mahasiswa adalah mengabdi kepada masyarakat.
Kritik tajam tersebut dilontarkan Prof. Jamal secara terbuka, di hadapan ribuan mahasiswa UNS yang mengikuti upacara pelepasan peserta kuliah kerja nyata (KKN) di halaman kantor pusat UNS, kampus Kentingan, Selasa (12/7/2022).
"Berdasarkan tugas utama itu, mahasiswa harus memiliki kapasitas dan kemampuan baru untuk menjadi sumber daya manusia masa depan, yang sanggup menaklukan setiap dinamika perubahan yang terjadi di masyarakat. Sekarang, saatnyalah para mahasiswa keluar kampus dan turun ke masyarakat," ujarnya.
Prof. Jamal juga mengingatkan, para mahasiswa Jangan terlalu lama asyik menyibukkan diri di kampus dan terus menerus mendiskusikan ilmu dan pengetahuan. Sehingga mereka lupa, ada hal yang lebih serius untuk mendapatkan perhatian mahasiswa di masyarakat.
"Kehadiran mahasiswa dalam KKN dan bersedia menyambangi berbagai persoalan nyata yang sedang dihadapi masyarakat, adalah bagian dari solusi yang dinantikan," tandasnya.
Rektor UNS menyatakan bahagia, jika mimpi untuk mewujudkan sumber daya manusia UNS yang unggul dan utuh melalui program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), dapat terealisir melalui kegiatan KKN. Karena, KKN MBKM yang digelar kembali secara luring setelah 2 tahun masa pandemi ditiadakan, diikuti sebanyak 3.627 mahasiswa dari 11 fakultas dan memboyong 157 dosen pembimbing lapangan (DPL), yang ditempatkan di 16 daerah kabupaten dan kota.
Para peserta KKN dibagi dalam beberapa kelompok,yaitu kelompok pengenalan lapangan persekolahan (PLP) diikuti 1.528 mahasiswa FKIP dan FKOR, kelompok SMART Village Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggl dan Transmigrasi, sebanyak 140 orang, peserta MBKM UNS sebanyak 84 orang, peserta KKN Kebangsaan Program MBKM di Provinsi Palangkaraya sebanyak 5 orang, kelompok KKN Reguler, sebanyak 1.875 orang dan KKN Desa Presisi diikuti sebanyak 225 orang.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!