Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026

Rektor Unisba Ungkap Kronologi Kekacauan Kampus Akibat Gas Air Mata

Desi Rossilawati
Selasa, 2 September 2025 | 12:51 WIB
Bagikan
Rektor Unisba Ungkap Kronologi Kekacauan Kampus Akibat Gas Air Mata

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Harits Nu’man, angkat bicara terkait insiden kekacauan yang terjadi di dalam area kampus Unisba pada Senin (1/9/2025) malam, pasca demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

Dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Selasa (2/9/2025) pagi, Harits menjelaskan bahwa unjuk rasa mahasiswa berakhir pada pukul 17.00 WIB. Namun sekitar pukul 17.30 WIB, korban mulai berdatangan ke posko medis Unisba.

“Penanganan korban berlangsung hingga pukul 21.00 WIB, beberapa di antaranya mengalami sesak napas dan kelelahan,” jelasnya.

Menurut Harits, saat itu aparat kepolisian sedang melakukan sweeping terhadap massa aksi yang masih bergerombol di sekitar kampus.

“Kami memaknai penembakan gas air mata itu sebagai upaya penguraian massa. Tapi tembakan gas air mata diarahkan ke dalam kampus,” ungkapnya.

Harits menuturkan, sekitar 90 orang berlarian masuk ke area kampus untuk mencari perlindungan. Sebagian dari mereka diketahui merupakan mahasiswa Unisba. Massa masuk dengan cara meloncat pagar dan membuka paksa gerbang utama.

Rektor menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak memasuki area kampus, namun gas air mata tetap ditembakkan dari luar ke arah dalam.

“Tembakannya pasti ke dalam, tidak mungkin ke luar, karena demonya di depan sana,” katanya.

Kendaraan aparat datang dari arah Balubur Town Square dan langsung menembakkan gas air mata.

Sementara itu, pihak Polda Jawa Barat menyebut kejadian tersebut merupakan bagian dari patroli gabungan untuk meredam massa yang menutup jalan dan melempar molotov ke arah aparat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, mengklaim tembakan gas air mata dilakukan dari jalan raya, dan gasnya tertiup angin ke arah kampus.

Insiden ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil, yang menuntut adanya evaluasi terhadap tindakan aparat serta perlindungan terhadap ruang akademik dari segala bentuk kekerasan. @ihda

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.