REFLEKSI | Usia Senja
Walau sedikit manfaat, dari pikiran, tenaga, waktu, dan kiprah kita yang mungkin bisa kita berikan, dan itupun hanya di akhir usia senja kita, tapi di sana ada nilai, ada bukti, dan bakti yang akan bermanfaat, untuk generasi muda yang mengambil manfaat dari kebaikan kita, dalam ilmunya, dari pengalamannya, yang jadi inspirasi, penguat semangat bagi mereka.
Maka bersyukurlah para generasi muda yang sudah mempersiapkan akhir hidupnya sedari awal, dengan tumbuhnya kesadaran dan kewaspadaan dirinya untuk lebih awal memberi kontribusi terbaik bagi kemanusiaan dalam usia mudanya.
Namun bagi kaum tua, tentunya Tuhan selalu memberi jalan juga, bagi mereka dalam membimbing dan menunjukan arah yang baik, untuk bisa meraih sesuatu yang lebih berarti dalam akhir usianya, untuk mendapatkan amal baik yang berarti.
Apa yang harus di persiapkan untuk menjaga kesadaran bahwa kita telah Tuhan beri peringatan untuk merubah orientasi dunia ke orientasi dimensi lain setelah kehidupan ini dari riwayat Abu Hurairah r.a, Nabi Muhammad Shallallhu ‘Alaihi Wassallam berkata: “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun, sedikit dari mereka yang melampauinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Al Quran Surat al ‘Ashr 1-3: mengingatkan; “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati dalam supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”
Jadi yang harus dipersiapkan adalah menghitung usia sisa kita, jika kata nabi usia umatnya hanya di kisaran 60 dan sampai 70 tahun umumnya.
Apa yang akan kita perbuat ? Nah mari kita list, kita tuliskan apa saja amal saleh ke depan yang siap kita lakukan untuk mengisi sisa usia kita agar bermanfaat.
Menancapkan keimanan sepenuhnya, tak ada lagi rasa ragu, bahwa tauhid kita padaNya, adalah yang sebenar-benarnya, sehingga kita tak akan merugi nantinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!