REFLEKSI | Tempat Menyimpan Ilmu
Sedang jika yang dominan adalah bagian hatinya, bagian bawah, atau kemaluan kita, akan mendapat tempat termulia, sebagai bukti, wilayah keillahian mampu mengontrol manusia tersebut untuk menjaga dirinya, menjaga kehormatannya. Subhanallah.
Maka mereka yang cenderung menyimpan pemahamannya di otak tidak sampai hati, ia akan celaka. karena ilmu sebagai pembuka kecerdasan kita, bisa juga bagai pisau tajam yang bisa disalahgunakan.
Tak aneh bila ada orang berilmu, tapi pikirannya memiliki daya rusak luar biasa pada kehidupan manusia, itu karena hawa nafsunya yang menjadi pengendali fisiknya, dan perbuatannya.
Nabi pada saat pembagian ghonimah (harta rampasan) hasil perang Hunain, pernah di protes sahabatnya bernama Dzil Khuwaisir, sedang sahabat yang lain faham, semua tahu itu perintah Allah subhanahu wata'ala, karena Nabi selalu dibimbing wahyu dalam tindakannya.
Sampai Nabi marah dan mengatakan, “Celakalah kamu. Yang saya lakukan itu diperintahkan Allah,” tegas Nabi Muhammad. Lantas ia pun pergi.
Orang yang maju ke depan melakukan protes pada Nabi. Perawakannya kurus, jenggot panjang, jidatnya hitam, namanya Dzil Khuwaisir itu sampai membuat nabi mengatakan sesuatu yang memiliki pesan khusus, yang harus kita pegang teguh sampai sekarang, bahwa mereka yang menghafal Al-Qur'an tapi tidak sampai ke hati adalah orang yang celaka.
Nabi Muhammad mengatakan, nanti dari umatku ada orang seperti itu. Dia bisa membaca Al-Qur’an, tapi tidak tidak paham. Hanya di bibir dan tenggorokan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ; “Akan keluar manusia dari arah timur dan membaca Al-Qur’an namun tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat keluar dari agama sebagaimana halnya anak panah yang melesat dari busurnya. Mereka tidak akan kembali kepadanya hingga anak panah kembali ke busurnya.” (HR. Bukhari)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!