REFLEKSI | Kita "Media"-nya Tuhan
Manusia, atau kita, adalah "media"-nya Tuhan ! Nabi, rasul, orang-orang saleh, manusia-manusia mulia, dan agung, adalah media yang digunakan Tuhan.
Kita menjadi media besarnya Tuhan, yang selalu ada dalam setiap masa, tentunya dengan peran masing-masing, baik yang positif maupun negatif, kita diberi slot, kesempatan untuk menorehkan rekam jejak kita di dunia, sesuai amal baik atau buruk yang bisa kita perbuat.
Maka dalam Islam, manusia yang terbaik, adalah manusia yang paling banyak memberi kebermanfaatan dirinya bagi manusia lainnya, manusia semacam ini, adalah manusia paling beruntung, Ia telah menjadi prototip, model, contoh, menjadi mediaNya, yang membawa pesan Illahi secara sempurna, dan menjadi rujukan manusia kedepannya.
Maka jadikanlah diri kita menjadi medianya Tuhan, yang terus mau memperbaiki kualitas diri.
Cara untuk sampai ke sana seperti apa jalannya ?
Allah menyukai proses, libatkan doa terbaik, agar kita mendapat peran dari Allah dalam suatu waktu nanti. Jika saatnya nanti tiba, kita seperti dimudahkan dalam urusan-urusan yang Allah takdirkan kita memiliki peran.
Biarkan Allah yang memprosesnya, do'a-do'a terbaik dari lisan kita selalu ada, dan tak putus kita ungkapkan.
Seseorang yang menjadi mediaNYa, ia akan selalu diberi jalan-jalan kebaikan yang bisa ia lampaui, dan dunia sedikit-sedikit membukakan jalan baginya...maka ketika Tuhan sudah menggunakan kita sebagai medianya itu, suatu saat nanti, tidakkah perwujudannya itu kita rasakan ?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!