IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Kecil

ED
Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:55 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Kecil

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

ADAKAH hal kecil yang tidak diperhitungakan Allah ?

Walau sebiji zarah, Allah memperhitungkan amalan kebaikan kita.

Walau sekecil potongan kurma, kebaikan mampu memberatkan timbangan amalan kita.

Allah maha pengasih dan penyayang, jika sampai Nabi SAW menegaskan hal itu sebagai sesuatu yang penting, dan harus difahami oleh umat.

Sudah seharusnya umat tak merasa, ia memiliki kekuasaan untuk menghukumi manusia lainnya, dengan keilmuannya yang sudah dirasa mendalam.

Banyak yang salah kaprah, manusia menyalahkan manusia lainnya hanya karena ia berbeda khilafiyah, berbeda amalan, berbeda jamaah, dan berbeda golongan dalam warna yang tak sama.

Bagi Allah itu biasa ! Perbedaan merupakan fitrah ! Toh manusia pun banyak rupa yang tak seragam.

Tapi mengapa ada saja manusia yang berpikiran picik, ingin menyeragamkan pola pikirnya, pandangan-pandangannya dalam menghukumi manusia lainnya.

Belajarlah dari menghargai sesuatu yang kecil, tapi membuka pintu kebaikan, keberkahan, dan keselamatan.

Hingga dari hal yang kecil, Nabi pun mencoba mengajak umat realistis untuk mampu melakukan kebaikan-kebaikan remeh, yang berdampak besar dimata Allah.

Pandangan Allah berbeda dengan pandangan manusia ! Allah tidak kaku, dan sangat fleksible menilai sesuatu. Ia tahu maksud tersembunyi dari apa yang tergambar manis hanya dipermukaan. Ia paham bahwa sesungguhnya dalam diri insan jika belum mengenal cinta, maka akan banyak dusta dalam topeng roman yang manis dan mempesona.

Anggapan manusia, ia sudah mengenali cara kerja Allah dalam memperhitungkan apa yang ia fahami sebagai nilai kebaikan yang baku, dan kaku.

Maka ia berani tampil sebagai penyeru melebihi style Nabinya yang santun, toleran, bicara penuh hikmah, menebar kasih sayang, dan lemah lembut.

Ketika ada manusia melebihi gaya Nabinya, dalam menyeru, dan tidak menunjukan kasih sayang, hikmah, serta kesantunan dalam bersyiar Islam, maka sangat disayangkanlah itu, dan jangan diharapkan, ia akan menyeru hal-hal kecil sebagai penyemangat umat untuk memperoleh keberkahan yang harus umat lakukan.

Hal kecil dalam khasanah pribahasa menunjukan sesuatu yang utama, seperti ungkapan pribahasa, " sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit."

Maka dalam kita berproses, mengumpulkan kebaikan, menjalani hidup dengan berkasih sayang pada sesama manusia, dan menjadikan diri kita bisa bermanfaat bagi kemanusiaan, itu hal berprospek yang Allah sukai, dan akan bantu ia, si manusia tersebut dalam memahami ilmu-ilmunya Allah dalam perjalanan prosesnya itu.

Hal kecil, adalah hal luar biasa yang istimewa. menganggap penting hal kecil, berarti, menganggap besar sesuatu yang kecil.

Hal-hal kecil adalah pembuka pintu kesemestaan, dari sesuatu yang dianggap tidak berarti inilah, biji yang kecil bisa menjadi sesuatu yang besar, kokoh, kuat, dan menawan, begitupun keberadaan mahluk, berawal dari setetes kecil, sperma, yang akhirnya menjadikan semua mahluk itu ada.

Hal kecil adalah hal yang luar biasa. Dari yang kecil, maka terbentuklah kehidupan, terbentuklah karakter, dan ketika ia membesar, maka ia akan meneduhkan semuanya, bagai pohon rindang yang kita nyaman berada dibawahnya.

Alhamdulillah.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.