REFLEKSI | Jangan Tergelincir Tipu Daya Iblis

ED
Senin, 1 Agustus 2022 | 07:10 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Jangan Tergelincir Tipu Daya Iblis

Nah, hal-hal sepele itu yang akhirnya iblis garis bawahi, untuk ia bawa sebagai cara menjerumuskan manusia, dengan berbagai kerja tipu dayanya, sedikit demi sedikit, menenggelamkan manusia, mulai dari hal sepele, agar manusia tak sadar, ia telah masuk dalam lubang jeratan iblis, untuk menjadikan manusia, menjadi mahluk hina seperti dia, di mana semua yang ia lakukan, atas pengalamannya dahulu di Surga, saat iblis masih bersama Adam, bapak moyangnya kaum manusia.

Cara kerja iblis mengelincirkan manusia, jika kita lihat dari sisi keakuan manusia yang selalu punya ego merasa sok paling benar, dan paling mulia, adalah dengan ;

1. Membuat manusia terjebak untuk saling menyakiti. Diantaranya dengan paham yang ia anggap paling sempurna. Maka, manusia satu dengan manusia lainnya dibuat untuk menghujat, mencaci, memfitnah paham satu dan lainnya, bahkan membid'ahkan dengan kejam, mengkafirkan, seakan surga menjadi haknya yang mutlak.

2. Membuat manusia merasa pemilik kunci surga, sehingga apa yang ia lakukan tak pernah salah, anti kritik, tak mau mendengar, dan selalu merasa paling benar sendiri.

3. Membuat manusia tertipu dengan kehebatannya sendiri, ia tertipu dengan sebutannya, sebagai sosok mulia, dengan segenap panggilan yang bisa melenakannya, seperti panggilan kiai, ustad, romo, habib, gus , den, sceng, elang, raden, pangersa, dan lain sebagainya, yang membuat sanjungan dalam penyebutan itu seakan memberi angin pada hadirnya ke akuan pada si manusianya, dan kejumawaannya, yang akhirnya sangat iblis sukai.

4. Membuat manusia berpikiran picik, sempit, fanatik buta, dan kuat mempertahankan ego kesukuan, keagamaan, dan kedaerahannya. Sehingga tidak menyukai toleransi, keberagaman, dan semangat nasionalisme, yang dianggapnya syirik, dan berbahaya bagi keyakinan pada sang khaliqnya.

5. Membuat manusia untuk mengeksploitasi agama, berkedok agama, bukan untuk memperjuangkan agamanya, tapi mencari keuntungan sebesar-besarnya bagi kepentingan pribadi, kelompok, golongan, dan tidak untuk kepentingan umat, bahkan Tuhannya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.