REFLEKSI | Jalan Menuju Surga

ED
Rabu, 6 Juli 2022 | 07:04 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Jalan Menuju Surga

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

SURGA dan neraka dua nama yang sering disebut-sebut manusia di semua keyakinan, dan karena itu pula manusia berharap bisa berada di surga setelah jatah umur di dunianya berakhir.

Jalan menuju surga dalam pengajaran setiap agama, dilakukan manusia dengan keharusan beribadah dan taat kepada seluruh perintah Allah, serta melakukan kebaikan dan kemaslahatan yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Surga tentunya memilih manusia-manusia pilihannya, dan tidak sebarang di isi oleh bukan ahlinya. Ahli surga itu manusia berkualitas, bukan manusia yang hanya punya ketaatan semu yang mengedepankan tampilan kulit, bukan isinya.

Ahli surga adalah manusia yang memiliki hati nurani dan kepekaan hati yang suci, bukan dari kalangan pembenci yang mengedepankan hawa nafsu merasa paling benar sendiri.

Surga seperti dalam kalimat Allah, hanya memanggil jiwa-jiwa yang tenang, jiwa suci tampa memiliki kebencian, permusuhan, dan kepalsuan.

Maka untuk yang sering menipu dirinya sendiri, yang sering berkedok sok suci, bagiannya bukan di surga, dan tidak mewarisi seorang ahli surga, bahkan mencium wanginya surgapun, tidak untuk orang yang seperti ini, yang didalam hatinya masih menyimpan buruk sangka, menyimpan kebencian pada sesama, ahli membid'ahkan, dan sibuk urusan amaliah orang lain...dan di jamin mereka yang seperti ini, adalah teman baik seperjalanannya Iblis, sang ahli Neraka, sebab mahluk ini penuh kebencian, dan hati yang hasad, penyakit hati yang akut.

Mereka yang sibuk urusan amaliah orang lain, dan banyak mengkritik ibadah orang, merasa paling benar, paling tahu jalan menuju surga, merupakan orang yang terkelabui, sebab ciri manusia ahli surga, bukan manusia yang banyak bicara, dan sibuk mengkoreksi orang lain, tapi ia lupa membenahi hatinya.

Ciri mereka yang ahli surga justru menjauhi perdebatan, banyak mentapaquri dirinya, sibuk dengan urusan dirinya yang tidak pernah habis untuk di benahi.

Ahli Neraka justru paling banyak dari golongan orang yang merasa sudah paling beriman, maka dalam Al Qur'an di sebutkan, "celakalah orang yang sholat !", Yaitu orang yang beribadahnya justru untuk tujuan lain, sombong, riya, dan bukannya bertujuan untuk membenahi dirinya, dan meluruskan ibadahnya, berniat totalitas hanya untuk Allah. Karena orang yang melakukan ibadah "Sholat" yang benar, ia adalah orang yang selamat, yang menjaga setelah sholat dengan melakukan kebaikan, bukanmelakukan kerusakan.

Neraka adalah tempat yang paling ditakuti oleh orang beriman. Tapi ahli neraka tampa disadari dipenuhi oleh orang yang banyak melakukan amal baik yang tujuannya tidak karena Allah. Niat karena Allah banyak dijegal iblis, dan konsekwensi bagi mereka yang tidak mawas diri adalah niatnya dibelokan, dipalingkan iblis.

Yaa iblis telah banyak mengkudeta niat suci kita dengan caranya yang maha halus, sehingga terbersit saja kita sudah merasa jadi manusia paling soleh, paling baik, paling taat, maka ada senyum iblis disana, yang sudah merasa menang, memiliki sekutu dari kalangan manusia yang tak mampu menjaga hatinya, dan niatnya.

Surga hanya menjadi milik manusia yang memiliki ketenangan jiwa, ketenangan hati, kebeningan pikir, dan ketulusan yang bukan dibuat-buat. Surga tak mungkin salah memilih mereka yang akan menjadi penghuninya. Dari sejak didunia, surga sudah menandai orang-orang yang akan menjadi penghuninya, siapa mereka ?

Mereka para ahli surga itu mempunyai tanda, sinar dan aura mereka terlihat jelas, apa tandanya ? Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (H.R. Bukhari).

Jika kita sudah tahu jalan menuju surga adalah dengan menjadi manusia yang memiliki manfaat bagi orang lain, sudahkah kita menjadi manusia dengan ciri seperti itu ?

Jauhi kita menjadi salesman yang menjual surga dengan banyak membuat kerusakan dengan membid'ahkan amalan sesama muslim, mengolok-olok amalan orang lain, membenci, bahkan memusuhi mereka, ciri pribadi yang ahli surga adalah tenang, maka ketika terpancing emosi kita menjadi pembenci yang tak beralasan, maupun merasa sudah beralasan...maka kita terjebak pada jalan setan, jalan kesesatan pikir, yang merasa sudah jadi pemilik kebenaran, padahal itu adalah tipu daya yang menjerumuskan kita.

Mari luruskan niat, tenangkan jiwa, perbanyak nama Allah dalam hatimu. Dan insyaallah, ada jalan menuju surga yang terang benderang bagi kita yang bisa memberi nilai kebermanfaatan bagi sesama,

Alhamdulillah.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.