REFLEKSI | Hikmah Dibalik Kejadian
Sebagai manusia, kita kadangkala akhirnya terjebak pada situasi berpikir spontan, untuk merespon keadaan kita.
Jika kita tak kuat, kita akan mengeluh, dan menyalahkan takdir Tuhan. Yang akhirnya, kita berani protes pada keadaan yang membuat kita marah pada situasi yang dihadapi.
Jika sudah demikian, kita sudah dekat dengan kekufuran !
Bagaimana kita menghadapi situasi ini ?
Kita harus selalu ada dalam kesadaran diri. Kita harus membangun rasa optimisme, bahwa Allah sedang dalam situasi memperhatikan kita.
Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT pernah berfirman yang artinya: “Jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku turunkan ujian (kesulitan dan kesempitan) kepadanya. Hal itu agar ia memohon kepadaKu (agar ujian dapat diangkat darinya melalui doa-doa yang dipanjatkan).”
Kehidupan manusia beriman, memang tidaklah menyenangkan. Karena semakin Allah mencintainya, semakin di uji rasa cintanya dengan ujian yang terus menerus menempa kita.
Cobaan pada manusia yang di cintaiNya, akan datang dalam bentuk yang berbeda-beda, dan dalam semua hal, bisa dalam bentuk cobaan harta, sakit fisik, kemiskinan, anak, pasangan hidup kita, bahkan hingga rekanan relasi kerja, dan bisnis kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!