IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Berani Memilih

ED
Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Berani Memilih

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

MEMILIH merupakan cara kita mendapatkan hal yang sesuai selera, yang memang kita suka, dan sesuatu yang tepat, yang telah kita putuskan. Tentunya hal tersebut berdasarkan atas kesadaran yang kita miliki, dan kejernihan hati ketika pilihan itu kita jatuhkan.

Berani memilih berarti berani mengambil sikap, dan konsekuensi yang akan terjadi didepannya. Dan sikap seperti ini, hanya datang dari seseorang yang sudah memikirkan semua sisi, semua hal, dan semua segi dari perhitungan untung ruginya.

Pilihan berarti sikap kita secara sadar, yang kita buat untuk memutuskan, mana yang diambil.

Selalu ada dua sisi dalam kita bersikap, ada kebaikan yang memang peruntungan kita, ada kebuntungan yang sudah menunggu kita !

Semuanya terbuka untuk dipilih, dan pilihan itu kembali lagi kepada bagaimana kita mampu berpikir jauh, mendalam, dalam menyelami untung dan ruginya saat salah satunya kita pilih.

Semua manusia dihadapkan pada keharusan untuk memilih. Baik terhadap pilihan yang ringan, maupun pilihan yang berat, yang mengikat kita selamanya.

Bahkan Allah sendiri memberikan kita titah untuk memilih. Memilih menjadi manusia yang beriman, atau yang ingkar. Yang taat, tunduk, dan patuh, atau membangkang, khianat dan jadi terlaknat.

Pilihan-pilihan itu sebenarnya sederhana, sangat biasa, namun ketika kita telah menetapkan pilihan, maka akan merubah semua karakter-karakter yang kita miliki, sesuai dengan pilihan kita itu.

Pilihan berimplikasi pada munculnya kebahagiaan, rasa gembira, puas, dan menghadirkan hati berbunga, jika yang menjadi pilihan kita itu sesuatu yang membawa kita pada jalan tepat, dan terbukanya semua kelancaran, dijauhkan dari bala. Pun jika salah pilih, akibatnya menjadi nestapa, derita, dan masuk ke dalam keperihan hidup, kesulitan yang terus mendera, bala setiap waktu.

Maka menghadirkan suatu pilihan, sebaiknya kita berada dalam kondisi siap, sadar, tahu apa yang dipilih, mengetahui sebelumnya semua informasi yang ia perlukan terkait soal apa yang ia pilih.

Kita harus berani memilih yang terbaik buat kita. Agama atau keyakinan sudah pasti, pilihan pertama yang sudah melekat sejak awal, dan terbaik menurut siapa yang mengenalkan kita akan itu.

Kedua, pilihan untuk bersekolah, mesantren, maka pilihlah yang sesuai dan bisa mengembangkan minat, bakat, dan kecakapan keahlian kita, di semua jenjangnya, di setiap tahapannya, sehingga ilmu yang bermanfaat bisa kita peroleh untuk digunakan suatu saat nanti.

Ketiga, pilihan menetapkan kemampuan yang sudah ada, dimana akan diamalbaktikan, sehingga memberi jalan ikhtiar untuk hidup, membuka jalan nafkah, baik dengan mendapatkan pekerjaan yang sesuai, ataupun membuka peluang kerja bagi yang lain.

Keempat, menemukan tempat yang tepat bertalim, berjamaah, berorganisasi, berkomunitas, sehingga kemampuan pemikiran, kiprah, dan amal baik kita menemukan tempat yang sesuai dengan ruhnya.

Kelima, menemukan pilihan pendamping hidup yang mulia, saling menunjang, saling mensupport, bisa memberikan kontribusi terbaik bagi kehidupan kedepannya, sehingga bisa melahirkan generasi terbaik dari pilihan yang telah kita tetapkan tersebut.

Memilih merupakan jihad terbesar kita, untuk membangun iman, membangun kehidupan, membangun masa depan, membangun keturunan.

Menentukan dan menemukan pilihan-pilihan yang tepat sedari awal, merupakan keberuntungan, menjadi dasar yang baik ketika pilihan kita berproses, dalam prosesNya.

Sehingga kita diperjalankan dari satu proses ke proses berikutnya dengan kematangan-kematangan pandangan, pemahaman, dan ilmu yang bermanfaat, yang melandasi basic keilmuan kita, sehingga saat di uji Allah, ujian itupun sudah Allah pilihkan sesuai dengan kapasitas yang dapat kita lalui, dan Allah hadirkan kebaikan dari pilihanNya, untuk kita.

Alhamdulillah.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.