Ravindra Airlangga Yakin ASEAN Jadi Pusat Inovasi dan Investasi di Kawasan Indo-Pasifik
"Beliau mengapresiasi kepemimpinan Malaysia dalam memfasilitasi gencatan senjata Thailand Kamboja," kata Ravindra.
Indonesia juga mengapresiasi komitmen keduanya untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan konsultasi. Penandatanganan ini turut disaksikan dan mendapat dukungan positif oleh Presiden AS Trump.
Terkait Myanmar Indonesia ASEAN terus mendorong implementasi 5-PC sebagai kebijakan utamanya dan tentuya terlaksananya 5-PC membutuhkan peran aktif dari Myanmar sebagai negara berdaulat, sesuai prinsip prinsip TAC.
ASEAN juga menjaga hubungan baik dengan berbagai poros geopolitik dan menjadi platform yang terpercaya bagi berbagai negara tersebut (China, US, Russia, Japan, India dan EU) untuk melaksanakan dialogue serta kerjasama. Data menunjukkan misalnya perdagangan ASEAN dengan China meningkat sekitar 15% dan dengan AS naik 12% pada tahun 2024.
"Indonesia sebagai penggagas dan yang menyumbang hampir setengah dari populasi ASEAN dan juga lebih dari sepertiga PDB ASEAN, tentu memiliki peran yang signifikan di dalam menentukan langkah bersama ASEAN," tandas Ravindra.
Berkat dorongan Indonesia dan dukungan ASEAN secara keseluruhan, ASEAN telah mencapai kesepakatan substansial pada ASEAN-DEFA pada KTT (Digital Economy Framework Agreement) DEFA adalah perjanjian komprehensif pertama di bidang digital, guna membentuk integrated digital ekonomi di kawasan ASEAN.
Cakupanya meliputi kerjasama dalam keamanan siber, electronic payments, perlindungan source code dan cross border payment. DEFA diperkirakan akan memberikan kontribusi hingga USD 366 Mio Dollar pada PDB ASEAN di tahun 2030.
RCEP yang diinisiasi pada KTT Bali dan ditandatangani pada KTT ASEAN 2020 akan ‘diimplementasikan secara bertahap adalah salah satu perjanjian perdagangan bebas yang terbesar di Dunia, melibatkan sepuluh negara ASEAN dan enam negara mitra (Tiongkok, Jepang, Korea Selatan ,Australia, Selandia Baru dan India). RCEP mewakili 29.6% penduduk dunia dan 30,2% PDB.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!