IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Raih Kemenangan dalam Perang Melawan Neuropati pada Pasien Diabetes

ED
Senin, 14 November 2022 | 17:59 WIB
Bagikan
Raih Kemenangan dalam Perang Melawan Neuropati pada Pasien Diabetes

Berbicara di forum tersebut, Dr. Rayaz A. Malik (Profesor, Ilmu Kedokteran, Weill Cornell Medicine, Consultant Physician, Central Manchester University Teaching Hospital), berkata, "Neuropati perifertermasuk kondisi yang kurang terdiagnosis di Asia Tenggara dan Timur Tengah akibat terbatasnya panduan yang disepakati dalam skrining rutin dan jalur diagnosis. Hal ini berdampak drastis terhadap kualitas hidup pasien sebagai konsekuensi gejala neuropati yang menyakitkan, ulkus dan amputasi kaki, serta mortalitas terkait selama lima tahun, masing-masing mencapai 40% dan 80%. Maka, kalangan pasien dan tenaga kesehatan harus memiliki tingkat kesadaran dan urgensi, sedangkan, dokter yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan primer membutuhkan sarana dan panduan sederhana untuk mendiagnosis neuropati periferal."

Forum "Winning the Fight Against Neuropathy in Diabetic Patients" yang digelar P&G Health menyajikan analisis, data, dan panduan praktik klinis dari pakar kesehatan di seluruh dunia dan wilayah. Tujuannya, mengangkat peran penting diagnosis, pengobatan, dan pengelolaan neuropati demi meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes," ujar Dr. Ashley Barlow.

"Meski identifikasi pasien yang menderita NP tahap awal terlihat menyulitkan, namun dokter tidak memerlukan sarana diagnostik yang kompleks untuk memeriksa neuropati periferal. Sarana simpel seperti kuesioner dan tes sensoris dapat menjadi langkah awal yang baik. Dengan mengajukan pertanyaan tepat dan mendengar keluhan pasien, kita dapat membantu pasien mencegah komplikasi parah dan meningkatkan kualitas hidupnya. Dokter yang bekerja di fasilitas primer berperan besar dalam hal tersebut," kata Dr. Rayaz A Malik.

Informasi lebih lanjut tentang forum "Winning the Fight Against Neuropathy in Diabetic Patients", melakukan registrasi, dan belajar dari webinar sebagai tenaga kesehatan tersedia di tautan berikut WDDglobalwebinar.

Fakta Singkat

Pada 2021, jumlah pasien diabetes yang tercatat 393 juta jiwa di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika diperkirakan naik menjadi 603 juta jiwa pada 2045. Satu dari dua pasien diabetes menderita Neuropati Periferal semasa hidupnya. Sejalan dengan maraknya penyebaran diabetes, jumlah penderita NP akan meningkat pesat di wilayah-wilayah tersebut Jumlah orang yang menderita pradiabetes akan menyamai jumlah penderita diabetes, dan setidaknya 10% dari mereka akan mengalami NP. Sebuah riset dari program Diabcare-Asia di Filipina pada 2020, mengkaji 2.708 pasien di pusat perawatan diabetes, mengungkap tingkat prevalensi neuropati periferal sebesar 42% berdasarkan rekam medis. Kurang dari sepertiga dokter mengidentifikasi gejala NPD. Kasus yang tidak terdiagnosis sangat berkontribusi terhadap lonjakan morbiditas dan mortalitas diabetes. Hingga 50% pasien NPD tidak mengalami gejala, maka masih banyak pasien yang tidak terdiagnosis dan berisiko mengalami cedera yang tidak dirasakan (insensate injury). Jika tidak terdiagnosis dan diobati secara dini, NPD dapat berkembang menjadi nyeri neuropati yang sangat berdampak negatif terhadap kualitas hidup.@mpa

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.