Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026

Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Jabat Menkeu, Dapat Pesan Khusus dari Prabowo

Desi Rossilawati
Selasa, 9 September 2025 | 08:04 WIB
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Jabat Menkeu, Dapat Pesan Khusus dari Prabowo

VISI.NEWS | BANDUNG - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani. Pelantikan berlangsung di Istana Negara pada Senin (8/9/2025), dan menjadi reshuffle kabinet pertama Prabowo sejak menjabat sebagai presiden.

Usai dilantik sebagai menteri keuangan, Purbaya mengungkap pesan Prabowo. Utamanya, tentang upaya mencapai pertumbuhan ekonimi nasional yang optimal.

Purbaya mengaku baru mengetahui dia akan dilantik menjadi Menkeu menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Ada pesan dari Kepala Negara untuk mengerek pertumbuhan ekonomi.

"Pesan Presiden adalah mengembalikan arah ekonomi, ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, secepat mungkin. Itu yang akan kita kerjakan ke depan," kata Purbaya dikutip dalam keterangannya.

Ia mengatakan akan memetakan unsur keuangan dan fiskal yang ada di Kemenkeu. Tujuannya memaksimalkan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menjelaskan tidak akan melakukan perombakan sistem yang ada di Kementerian Keuangan. Namun, akan menyempurnakan sistem yang sudah berjalan di bawah nakhoda Sri Mulyani sebelumnya.

"Saya approach-nya adalah saya optimalkan sehingga sistem bisa bekerja dengan optimal, yang berhenti-berhenti kita optimalkan, yang sudah jalan kita percepat lagi. Jadi semuanya mesinnya bukan mesin baru, ini mesin lama tapi kita buat lebih bagus lagi ke depannya. Ini orang pintar-pintar semua sini," tuturnya.

Tugas Berat Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

Purbaya mengakui, sejatinya sangat sulit mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen tahun ini. Namun untuk dua hingga tiga tahun ke depan masih ada peluang bisa tercapai. “Saya deg-degan, berat banget. Tapi dia pikir, pokoknya Presiden cukup agresif ya,” ungkapnya. Perihal pengalaman, Purbaya mengaku dirinya sudah teruji di beberapa era pemerintahan kepala negara. Mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Jokowi. "Saya sudah 25 tahun jadi ekonom, 10 tahun lebih di SBY, lika tahun jadi Komite Ekonomi Nasional, beberapa tahun di KSP membantu Pak Jokowi juga dalam mengatasi krisis 2020 Covid, jadi saya di samping Pak Jokowi persis waktu itu. Jadi kalau anda tanya pengalaman saya, saya cukup tahu, saya amat tahu, dan jangan khawatir,” lanjutnya. Purbaya mengakui masih ada pengelolaan keuangan yang belum optimal. Namun dia berjanji segera memperbaiki dan sangat optimis bahwa masa depan Indonesia akan cerah. “Itu bukan sesuatu yang mustahil (pertumbuhan ekonomi 8 persen), itu mesti dikejar. Kalau 6-5 persen terus kita nggak bisa jadi negara maju. Untuk negara maju itu kayak Jepang, Korea, Cina, ada periode yang panjang tumbuhnya double digit. 8 persen itu kelihatannya optimis, kalau di desain dengan baik masih bisa,” katanya. “Karena selama 20 tahun terakhir ini, mesin kita timpang. Zaman Pak SBY yang jalan private sektor lah kira-kira, tapi pemerintahannya belum optimal. Zaman Pak Jokowi pemerintahnya bangun infrastruktur di mana-mana, private sektornya agak mati, kreditnya hanya tumbuh 7 persen rata-rata. Ke depan kita akan hidupkan dua-duanya, jadi dengan itu 6-7 persen tidak terlalu susah. Dua-duanya itu swasta dan pemerintah,” ucapnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.