Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 3,5 Juta Kendaraan di Trans Jawa
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, angka tersebut menunjukkan peningkatan hingga sekitar 78 persen. Lonjakan ini menandai semakin dekatnya Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada pertengahan pekan.
Analisa Kepolisian: Dua Gelombang Puncak
Dari sisi kepolisian, analisa terhadap Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 menunjukkan adanya dua gelombang lonjakan kendaraan.
Kepala Bagian Operasi Ditlantas Polda Metro Jaya, Robby Hefados, menyebutkan bahwa puncak arus mudik pertama telah terjadi pada 14 Maret 2026.
“Puncak arus mudik kami analisa terjadi dua kali. Satu di tanggal 14 kemarin, dan satu lagi yang signifikan kemungkinan besar di tanggal 18 atau esok hari,” ujar Robby.
Menurutnya, gelombang kedua dalam Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dipengaruhi oleh momen Hari Raya Nyepi. Perayaan tersebut menyebabkan sebagian masyarakat memilih waktu keberangkatan yang berbeda sehingga terjadi distribusi arus kendaraan dalam dua periode.
Kondisi Lalu Lintas Masih Terkendali
Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan menjelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, kondisi lalu lintas di dalam kota Jakarta hingga saat ini masih terpantau lancar dan terkendali.
Arus kendaraan yang mengarah ke wilayah timur, Banten, maupun Sumatera masih dapat bergerak dengan relatif stabil. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi kendaraan masih berlangsung secara bertahap sebelum mencapai titik puncak.
Antisipasi Operator dan Pemerintah
Peningkatan volume kendaraan dalam Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 menjadi perhatian bagi berbagai pihak, termasuk operator jalan tol dan aparat kepolisian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!