Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Puluhan Warga Neglasari Sukabumi Tinggalkan Rumah Akibat Pergerakan Tanah

Desi Rossilawati
Minggu, 15 Desember 2024 | 18:56 WIB
Bagikan
Puluhan Warga Neglasari Sukabumi Tinggalkan Rumah Akibat Pergerakan Tanah
VISI.NEWS | SUKABUMI - Bencana pergerakan tanah terjadi di Kampung Cicadas RW 08, Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa itu menyebabkan 6 rumah rusak berat. Warga yang merupakan penghuni dari rumah rusak berat itu kini mengungsi ke rumah tetangga atau saudaranya. Sedangkan warga yang masih berada dekat zona merah pergerakan tanah merasa was-was, sebab retakan tanah terus terjadi. “Peristiwa pergerakan tanah ini terjadi pada Rabu malam tanggal 4 Desember hingga Kamis dini hari. Disini ada 6 rumah yang rusak berat, masing-masing rumah dihuni 1 kepala keluarga. Untuk total jiwa dari 6 rumah itu kurang lebih 20 jiwa,” ujar Kepala Desa Neglasari Ukat kepada visi.news, Sabtu (14/12/2024). Diantara 6 rumah itu, salah satunya sudah dirobohkan oleh pemiliknya demi keamanan, mengingat rumah itu berada dekat jalan desa yang dilintasi warga. Jalan berlapis aspal itu pun kini sudah amblas hingga beberapa meter. Pergerakan tanah juga menjalar ke lahan pemakaman keluarga, sehingga makam-makam itu dipindahkan oleh pihak keluarganya ke Tempat Pemakaman Umum (TPU). “Ada 20 makam dari beberapa keluarga yang dipindahkan. Dipindahkannya ke TPU,” imbuh Ukat. Lebih lanjut, Ukat menuturkan, peristiwa pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cicadas bukan yang pertama. Menurutnya, pada 2020 dan 2022, bencana serupa pernah terjadi.

Pada tahun 2022, ada belasan rumah yang rusak dan sebagian pindah karena pada saat itu dari hasil kajian menyebutkan kalau lokasi tersebut merupakan zona merah pergerakan tanah.

Sementara itu, Kapolsek Cibadak Kompol Idji Djunaedi mengimbau agar warga hati-hati dengan terjadinya bencana tersebut mengingat hujan yang terus mengguyur. Di area rumah yang rusak itu, kepolisian sudah memasang garis polisi.

“Kami dari Polsek Cibadak mewakili Kapolres Sukabumi datang untuk meninjau lokasi terdampak bencana dan dengan membawa sedikit bantuan untuk warga. Kita pun sedang mengupakan bantuan-bantuan yang lainnya dengan berkoordinasi dengan Forkompimcam,” kata Idji. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.