Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Puluhan Siswa SD di Sukabumi Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Desi Rossilawati
Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:35 WIB
Bagikan
Puluhan Siswa SD di Sukabumi Diduga Keracunan Usai Santap MBG
VISI.NEWS | SUKABUMI - Sebanyak 24 siswa SDN 02 Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami keracunan, Jumat (22/8). Kondisi itu dialami setelah para siswa mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari salah satu dapur SPPG. Kepala Puskesmas Parakansalak Teddy Mulyadi mengatakan para siswa ini mengalami keluhan mual, muntah dan pusing secara bersamaan sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi itu dialami sesuai siswa menyantap sajian MBG pukul 09.30 WIB. Menurut Teddy, yang mengalami dugaan keracunan ini terdiri dari kelas 1 dan 3. Sebagian besarnya merupakan murid kelas 3. "Akhirnya kami putuskan turun langsung ke sekolah dengan membawa enam orang tim medis yang dilanjutkan dengan pemeriksaan, pengobatan dan observasi,” kata Teddy. Selanjutnya sekitar pukul 11.00 WIB, tim puskesmas Parakansalak mengambil sampel makanan berupa telur, buncis, wortel, nasi, tahu, semangka, susu kotak dan sampel muntah. "Makanan dan muntahan dikirim ke Dinas Kesehatan untuk diperiksa di lab Provinsi Jawa Barat," ujarnya. Saat ini pihak puskesmas masih terus memantau kondisi para siswa. Sementara itu, Korcam Parakansalak program MBG Farhan Maulana R menuturkan dapur SPPG Parakansalak 1 melayani total penerima makanan 3.576 orang dari 14 sekolah. Sedangkan yang terdampak sebanyak 24 siswa dari 1 sekolah. Terkait kejadian tersebut, kesimpulan sementara yaitu dugaan kuat keracunan berasal dari buah semangka, namun masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari pihak Puskesmas dan dinas terkait. "Alhamdulillah sementara ini siswa yg terindikasi sudah baik-baik saja dan sudah melakukan aktivitas seperti semula. Program makan bergizi gratis sementara akan dievaluasi hingga ada hasil resmi dan langkah perbaikan dari pihak penyelenggara," ujar dia. Menurut dia, dapur ini baru beroperasi 4 hari dan di hari-hari sebelumnya aman-aman saja. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.