Puluhan Hektare Lahan Kebun Teh di Pangalengan Dirusak: Warga Tolak Alih Fungsi Lahan
Ke depan, diharapkan adanya kerja sama lebih lanjut dalam program pemberdayaan masyarakat, seperti agroforestri dan budidaya tanaman bernilai ekonomi. PTPN I Regional 2 menegaskan bahwa kegiatan penghijauan ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi akan dilanjutkan dengan Pemantauan rutin pertumbuhan pohon.
"Pencegahan perambahan melalui patroli dan sosialisasi serta Program lanjutan seperti pembuatan embung dan konservasi sumber air," jelasnya.
Salah satu warga yang menolak Wildan Awaludin, mengatakan terdapat kelompok tertentu yang selama ini memang kerap melakukan alih fungsi lahan dari kebun teh menjadi perkebunan sayuran. Hal ini ditolak karena membuat warga sekitar yang bekerja memetik teh kemudian tidak bisa melakukan aktivitasnya.
"Jadi ini dibabatnya oleh orang desa sekitar juga. Mereka dibayar karena mungkin ga punya penghasilan juga jadi pas disuruh asal kerjakan saja," kata Wildan dikutip dalam keterangannya, Selasa.
Wildan mengatakan selama ini menjadi mandor dari pekerja di PTPN yang memetik teh setiap harinya. Karena perubahan lahan ini pendapatan pekerja jelas berkurang karena pohon tehnya juga sudah tidak ada.
Ia menyebut bahwa sejauh ini sudah ada perwakilan dari aparat kewilayahan yang berkomunikasi dengan warga untuk mencari titik terang. Rencananya pemerintah daerah dan PTPN yang memiliki lahan bakal melakukan penghijauan kembali di kawasan tersebut.
Selama ini memang sudah ada perubahan di sejumlah titik kawasan pertanian teh yang menjadi lahan perkebunan. Namun, untuk perubahan ini yang paling luas karena mencapai puluhan hektare.
"Jadi ada yang sudah setahun atau dua tahun lah jadi kebun sayur," ungkapnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!