Psikolog Ungkap Dampak Buruk Video Pendek Terhadap Fokus Anak di Sekolah
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 17 Januari 2025 | 02:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Di era digital ini, kebiasaan menonton video pendek di platform seperti YouTube Shorts, Instagram Reels, dan TikTok semakin populer di kalangan anak-anak, terutama generasi Alpha yang lahir antara 2010 hingga 2024.
Menurut Survei Precise Advertiser Report: Kids (PARK) pada tahun 2024, rata-rata anak berusia 2-12 tahun menghabiskan waktu sekitar 160 menit setiap hari untuk menonton video di YouTube. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang pengaruhnya terhadap perkembangan akademik mereka.
Psikolog Pendidikan, Pratiwi Kusuma Wardhani, menjelaskan bahwa kebiasaan ini dapat berdampak negatif terhadap performa akademik anak.
"Tentu saja berpengaruh signifikan terhadap performa akademik mereka," ujarnya.
Penurunan akademik dapat terjadi karena kebiasaan menonton video pendek menyebabkan anak kehilangan fokus.
"Ada sejumlah penelitian juga menjelaskan, rentang fokus pada mereka yang menonton video pendek dengan durasi rata-rata 30 menit dalam sehari memiliki rentang fokus yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak," katanya.
Pratiwi menambahkan bahwa hilangnya fokus ini akan mengganggu proses belajar anak di sekolah, menjadikannya kurang produktif dan lebih cenderung mengalami kecanduan gawai.
"Konsumsi video pendek terlalu banyak atau lebih dari 30 menit dapat mempengaruhi performa akademik yang berpengaruh pada lemahnya fokus; tidak produktif atau merasa bingung, dan tidak ingin melakukan apapun," imbuhnya.
Dengan pemahaman ini, orangtua diharapkan lebih waspada dan mengatur waktu layar anak agar tidak berlebihan, demi mendukung perkembangan akademik dan fokus belajar yang optimal. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!