Program Pendidikan Karakter, Dedi Mulyadi: Memulai Jauh Lebih Baik Dibanding Hanya Wacana
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, minta maaf jika program pendidikan karakter atau yang populer dengan pendidikan di barak militer ada kekurangan.
Sebanyak 273 siswa SMA dari berbagai sekolah selesai menjalani pendidikan karakter di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan sudah kembali bertemu orang tua masing-masing.
Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kepada para orang tua yang saat ini telah bertemu kembali dengan anak-anak mereka setelah terpisah karena sekitar dua pekan menjalani pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi.
"Untuk seluruh orang tua yang hari ini bisa kembali bersama anak-anaknya setelah hampir dua pekan terpisah semoga anak-anak yang sekarang kembali ke pangkuan ibu dan ayahnya semakin tumbuh dengan kultur dan karakter yang baru," ujar Dedi dikutip dalam keterangannya melalui unggahan video akun Instagram @dedimulyadi71, Rabu (21/5/2025).
Dedi Mulyadi meminta agar para orang tua tidak menyia-nyiakan buah hati mereka yang memiliki masa depan.
"Sayangi mereka dengan penuh cinta, jangan pernah menyia-nyiakan mereka karena setiap anak berhak atas masa depannya," imbuhnya.
Dedi Mulyadi juga mengungkapkan, ada 13 siswa yang menjadi anak angkat dirinya karena berbagai alasan seperti orang tuanya telah tiada, ada yang bekerja di luar negeri menjadi TKI hingga ada yang sudah bercerai.
Kepala daerah kelahiran Subang tahun 1971 itu lalu meminta maaf jika apa yang dilakukannya ada kekurangan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!