Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026 Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026

Program MBG di Sukabumi Jangkau 923 Ribu Penerima Manfaat, dari Balita hingga Santri

Desi Rossilawati
Rabu, 6 Mei 2026 | 13:54 WIB
Bagikan
Program MBG di Sukabumi Jangkau 923 Ribu Penerima Manfaat, dari Balita hingga Santri

Ilustrasi Penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG)./visi.new/bgn.go.id.

VISI.NEWS | SUKABUMI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi telah menjangkau sekitar 923 ribu penerima manfaat, meliputi kelompok B3 yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, kemudian anak sekolah, santri, hingga anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz mengatakan, ratusan ribu penerima manfaat tersebut dilayani melalui 356 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Adapun untuk jumlah penerima manfaat yang tercover di Kabupaten Sukabumi, saya cek di sistem sekitar 923 ribu mulai tingkat B3, anak sekolah, santri, hingga anak usia sekolah yang tidak bersekolah itu kami cover juga,” ujarnya.

Di tengah ratusan dapur yang telah beroperasi, Sandi menyatakan terdapat 13 dapur SPPG yang belum beroperasi.

Kondisi tersebut disebabkan belum tersedianya kepala dapur dan tenaga ahli gizi sebagai syarat utama operasional.

“Untuk 13 SPG yang belum beroperasi, salah satu alasan utamanya memang karena belum ada ahli gizi dan kepala dapurnya. Tanpa ahli gizi, SPG tidak boleh beroperasi,” katanya.

Sandi menambahkan, saat ini terdapat kebijakan baru terkait kualifikasi tenaga ahli gizi di dapur SPPG. Posisi ahli gizi tidak lagi hanya dapat diisi oleh lulusan sarjana gizi, tetapi juga tenaga dengan latar belakang Teknologi Pangan maupun Kesehatan Masyarakat diperbolehkan bertugas sebagai ahli gizi di SPPG.

"Ada kebijakan baru tidak hanya bergelar S.Gz, tapi untuk gelar lain seperti Teknologi Pangan atau Kesehatan Masyarakat dan yang punya sertifikat khusus selain gizi," imbuhnya.

Ia menyebut, kebutuhan tenaga ahli gizi di Kabupaten Sukabumi sejauh ini masih tergolong aman. Bahkan, sejumlah tenaga ahli gizi yang bertugas di beberapa SPPG berasal dari luar daerah, seperti Ambon dan Bengkulu.

Meski demikian, Sandi mengakui terdapat beberapa SPPG yang sempat dihentikan sementara operasionalnya akibat tidak memiliki tenaga ahli gizi. Salah satunya berada di Kecamatan Curugkembar.

“Contoh waktu itu ada dari Kecamatan Curugkembar. Kita suspend, kita berhentikan dulu karena tidak ada ahli gizinya. Setelah ada ahli gizi, baru bisa operasional kembali,” pungkasnya. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.