Program Makan Bergizi Gratis Mulai Berlaku pada 6 Januari 2025, Cakup 3 Juta Penerima
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 5 Januari 2025 | 16:10 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan dimulai pada Senin (6/1/2025). Program ini bertujuan untuk memberikan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan, yang menjadi agenda global. Hal ini disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan arahan pada acara pemberian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 di Istana Negara pada 10 Desember 2024.
"Subsidi dan perlindungan sosial akan kita perbaiki agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan. Pemerintah sekarang sedang merumuskan langkah-langkah supaya semua subsidi nanti bisa dirasakan, yang dinikmati adalah golongan rakyat kita yang paling lemah," tutur Prabowo.
"Makan bergizi hal yang strategis. Kita selamatkan anak-anak kita, tapi dengan itu kita akan memberdayakan ekonomi pedesaan, ekonomi kecamatan, ekonomi kabupaten, ekonomi provinsi. Puluhan triliun akan beredar di daerah-daerah," ucap Prabowo.
Program makan bergizi gratis juga diharapkan dapat mendorong pemberdayaan ekonomi di tingkat pedesaan, kecamatan, dan provinsi, yang diharapkan meningkatkan peredaran uang hingga 800 persen di desa-desa.
"Dengan (program) makan bergizi, per desa per tahun melalui uang makan untuk tiap anak-anak, itu beredarnya adalah kurang lebih Rp 8 miliar per desa per tahun. 800 persen meningkat peredaran uang di daerah-daerah," kata Prabowo.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga mendukung penuh pelaksanaan program ini dan meminta seluruh jajaran pemerintah serta aparat keamanan untuk berkolaborasi dalam kesuksesannya. Program ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lokal dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani lokal hingga ibu-ibu PKK.
“Saya minta tolong semua, Bapak, Ibu, yang hadir di sini untuk mendukung program ini (makan bergizi gratis). Ini program yang sangat ditunggu-tunggu bahkan sebelum saya dilantik itu tiap hari orang nagih 'kapan makan siang gratis mas, kapan makan siang gratis mas’,” kata Gibran.
“Jadi, sekali lagi Bapak Ibu ini mohon kerja samanya, semua yang ada di sini untuk menyukseskan program ini,” tambahnya.
"Pak Presiden Prabowo berkali-kali mengatakan program makan gratis ini sangat-sangat strategis. Ini petani lokal, ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), ibu-ibu rumah tangga, semuanya akan terlibat dalam program ini,” ungkap dia.
Pada tahap awal, sekitar 3,2 juta hingga 3,3 juta siswa akan menjadi penerima manfaat makan bergizi gratis, yang akan disalurkan melalui lebih dari 1.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di berbagai daerah. Setiap SPPG akan menyediakan 3.000 hingga 3.500 porsi makanan per hari. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah penerima manfaat secara bertahap, dengan target hingga 40 persen dari total penerima manfaat yang diharapkan tercapai pada 2025.
"Jadi kita targetkan kurang lebih ada 3,2 juta atau 3,3 juta lah yang akan menerima manfaat makan bergizi gratis ketika kick off nanti tanggal 6 Januari," kata Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Dedek Prayudi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!