Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Produk RI Kena Tarif Tambahan di AS, Pemerintah Tawarkan Skema Dagang Baru

Desi Rossilawati
Sabtu, 19 April 2025 | 16:30 WIB
Bagikan
Produk RI Kena Tarif Tambahan di AS, Pemerintah Tawarkan Skema Dagang Baru
VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah Indonesia lagi sibuk negosiasi dengan Amerika Serikat soal tarif tambahan 10% yang dikenakan ke berbagai produk ekspor kita, seperti tekstil, sepatu, dan pakaian. Kenaikan tarif ini bikin biaya ekspor makin berat, dari yang awalnya 10%–37% jadi melonjak ke 20%–47%. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang memimpin tim negosiasi bilang, pembeli di AS bahkan minta agar tambahan biaya ini ditanggung sebagian oleh pihak Indonesia, bukan mereka sepenuhnya. Untuk menanggapi kondisi ini, Indonesia nggak tinggal diam. Dalam pertemuan dengan perwakilan dagang AS, kita menawarkan sejumlah opsi dagang baru. Mulai dari peningkatan pembelian LNG dan minyak dari AS, impor gandum, sampai kerja sama strategis di sektor mineral, pendidikan, ekonomi digital, dan teknologi. Bahkan investasi dari perusahaan-perusahaan AS di Indonesia juga dibuka lebar-lebar. Tapi Indonesia juga punya rencana cadangan. Sambil menunggu hasil negosiasi dengan AS, pemerintah langsung bergerak menjajaki pasar baru. Uni Eropa, Australia, Meksiko, dan negara-negara Amerika Latin siap jadi alternatif tujuan ekspor kita. Proses perjanjian dagang seperti IEU CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) juga dipercepat biar ekspor tetap lancar. "Tentu kita bicara dengan mitra lain. Salah satunya tentu kita bisa meningkatkan ke EU (Uni Eropa). Di mana EU kita akan segerakan supaya IEU CEPA itu bisa diselesaikan," ujar Airlangga. Negosiasi dengan AS sendiri ditargetkan rampung dalam 60 hari, dengan 1 hingga 3 putaran pertemuan lanjutan. Kedua belah pihak sepakat menyusun format kemitraan perdagangan dan investasi yang baru. "Indonesia optimis perundingan 60 hari bisa mencapai nilai yang positif," ungkap Airlangga. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.