Presiden Prabowo Kunjungi Brunei, Buka Peluang Kerja Sama Strategis
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 14 Mei 2025 | 08:53 WIB
VISI.NEWS | BRUNEI - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Brunei Darussalam, Rabu (14/5/2025), dalam upaya mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin selama lebih dari empat dekade antara kedua negara.
Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada pukul 07.00 WIB, menuju Bandar Udara Internasional Brunei di Bandar Seri Begawan. Keberangkatan ini dilepas oleh jajaran pimpinan TNI dan Polri, termasuk Pangdam Jaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto.
Setibanya di Brunei, Presiden disambut secara resmi oleh Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah di Istana Nurul Iman. Agenda utama kunjungan ini mencakup pertemuan bilateral antara kedua kepala negara bersama para delegasi dari masing-masing negara untuk membahas peluang kerja sama strategis lintas sektor.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Sultan Hassanal Bolkiah menganugerahkan Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam 'Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati' (D.K.) kepada Presiden Prabowo. Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk kehormatan tertinggi yang diberikan Kesultanan Brunei kepada pemimpin negara yang dinilai berjasa mempererat hubungan kedua negara.
“Penganugerahan Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam ini diberikan oleh Kesultanan Brunei sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada kepala negara dan pemimpin dunia yang dianggap berjasa dalam memajukan hubungan kerja sama dengan Brunei Darussalam,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, dalam pernyataan tertulisnya.
Kegiatan kenegaraan ini ditutup dengan jamuan santap siang resmi oleh Sultan Hassanal Bolkiah di istana. Presiden Prabowo turut didampingi sejumlah menteri, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!