Presiden Myanmar Kunjungi Pabrik VinFast di Hai Phong
Presiden Myanmar Min Aung Hlaing terkesan dengan skala pabrik dan beragam kendaraan listrik VinFast. /visi.news/ist
VISI.NEWS - Presiden Republik Persatuan Myanmar, Min Aung Hlaing, mengunjungi kompleks manufaktur di Hai Phong, Vietnam, pada Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kunjungan resmi Presiden Myanmar ke Vietnam sekaligus membuka kesempatan untuk melihat langsung perkembangan industri otomotif dan kendaraan listrik Vietnam.
Dalam kunjungan tersebut, Min Aung Hlaing bersama delegasi tingkat tinggi Myanmar mendapatkan gambaran mengenai perjalanan perkembangan VinFast yang relatif cepat, mulai dari pembangunan kapasitas manufaktur hingga ekspansi ke pasar internasional.
Presiden Myanmar disambut langsung Chairman VinFast, Pham Nhat Quan Anh. Ia kemudian mendampingi Min Aung Hlaing beserta delegasi selama meninjau sejumlah fasilitas produksi di kompleks manufaktur VinFast Hai Phong.
Melihat Langsung Proses Produksi Kendaraan Listrik
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung Body Shop dan General Assembly Shop, dua area penting dalam proses manufaktur kendaraan.
Pham Nhat Quan Anh menjelaskan kepada rombongan mengenai proses produksi terintegrasi yang diterapkan VinFast, termasuk lini produksi dengan tingkat otomatisasi tinggi.
Delegasi Myanmar juga diperkenalkan dengan jajaran kendaraan listrik VinFast yang saat ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan mobilitas berbasis listrik.
Kunjungan ke area produksi memberikan kesempatan bagi delegasi untuk melihat bagaimana berbagai tahapan manufaktur kendaraan dilakukan sebelum produk keluar dari fasilitas produksi.
Di General Assembly Shop, rombongan melihat tahap akhir perakitan kendaraan. Pada area ini, berbagai komponen kendaraan disatukan hingga menjadi kendaraan yang siap menjalani tahapan berikutnya sebelum dipasarkan.
Min Aung Hlaing Terpukau Skala Pabrik
Skala kompleks manufaktur menjadi salah satu hal yang menarik perhatian Presiden Myanmar.
Min Aung Hlaing disebut terkesan dengan luas fasilitas produksi VinFast serta beragam produk kendaraan listrik yang dikembangkan perusahaan, termasuk mobil listrik dan sepeda motor listrik.
Saat berada di General Assembly Shop, Presiden Myanmar juga menyampaikan kesannya terhadap kualitas dan standar kendaraan listrik buatan Vietnam.
Selain produk kendaraan, ia memberikan apresiasi terhadap infrastruktur modern dan fasilitas manufaktur yang dimiliki VinFast.
Perkembangan VinFast dari perusahaan otomotif Vietnam menjadi merek yang memiliki ambisi global juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam kunjungan tersebut.
VinFast saat ini berupaya memperluas pasar di luar Vietnam dengan membawa produk kendaraan listriknya ke berbagai negara.
24 Bulan Memimpin Pasar Otomotif Vietnam
Hingga September 2026, VinFast menyatakan telah mempertahankan posisi sebagai merek otomotif nomor satu di pasar Vietnam selama 24 bulan berturut-turut.
Perusahaan juga terus memperluas kehadirannya ke pasar internasional.
Saat ini VinFast telah hadir di lebih dari 10 negara, termasuk sejumlah pasar yang dinilai strategis, seperti Indonesia, India, Filipina, dan Amerika Utara.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi VinFast untuk membangun posisi sebagai produsen kendaraan listrik yang tidak hanya beroperasi di pasar domestik Vietnam, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.
Dengan basis manufaktur di Vietnam, perusahaan berupaya memperkuat kemampuan produksi sekaligus memperluas ekosistem kendaraan listrik di berbagai negara.
Momentum Penguatan Hubungan Vietnam-Myanmar
Kunjungan Presiden Min Aung Hlaing ke fasilitas VinFast berlangsung ketika hubungan Vietnam dan Myanmar terus diarahkan pada penguatan kerja sama di berbagai bidang.
Hubungan bilateral kedua negara mencakup berbagai sektor, termasuk perdagangan dan hubungan ekonomi. Dalam konteks tersebut, kunjungan ke fasilitas manufaktur VinFast memberikan ruang bagi delegasi Myanmar untuk melihat langsung perkembangan industri Vietnam.
Kunjungan ini juga berpotensi membuka peluang konektivitas yang lebih besar antara komunitas bisnis kedua negara.
Bagi VinFast, kehadiran delegasi tingkat tinggi Myanmar menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan manufaktur dan teknologi perusahaan sekaligus memperlihatkan perkembangan industri otomotif Vietnam.
Di sisi lain, Myanmar mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung kemampuan salah satu perusahaan Vietnam yang sedang mengembangkan bisnis kendaraan listrik dan mobilitas hijau.
Industri dan Mobilitas Hijau Jadi Titik Temu
Kunjungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan industri otomotif, tetapi juga dengan agenda transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
VinFast menjadikan kendaraan listrik sebagai fokus utama pengembangan bisnisnya. Perusahaan juga menyatakan memiliki visi untuk membangun ekosistem mobilitas hijau yang lebih luas.
Karena itu, pertemuan antara pemimpin Myanmar dan perusahaan otomotif Vietnam tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan di sektor industri, perdagangan, teknologi, dan green mobility.
Perkembangan kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara juga membuat kemampuan manufaktur menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik.
Bagi negara-negara di kawasan, pengembangan industri tersebut membuka peluang kerja sama mulai dari produksi kendaraan hingga pengembangan infrastruktur dan teknologi pendukung.
Pabrik Hai Phong Jadi Etalase Kemampuan Manufaktur Vietnam
Kompleks manufaktur VinFast di Hai Phong memiliki posisi penting dalam perjalanan perusahaan menuju pasar global.
Fasilitas tersebut menjadi basis manufaktur yang menopang produksi kendaraan VinFast sekaligus menjadi salah satu simbol perkembangan industri otomotif Vietnam.
Dengan memanfaatkan basis produksi di dalam negeri, VinFast kemudian memperluas operasinya ke berbagai pasar internasional.
Perusahaan menempatkan pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas manufaktur, dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Kompleks Hai Phong pun tidak hanya menjadi fasilitas produksi, tetapi juga menjadi salah satu lokasi yang memperlihatkan kepada tamu internasional mengenai kemampuan industri dan teknologi Vietnam.
Bukan Kali Pertama Pemimpin Dunia Berkunjung
Kunjungan Min Aung Hlaing menambah daftar pemimpin negara dan pejabat tinggi internasional yang pernah mengunjungi kompleks manufaktur VinFast di Hai Phong.
Sebelumnya, fasilitas tersebut juga pernah menerima sejumlah pemimpin dunia dalam kunjungan resmi mereka ke Vietnam.
Di antaranya adalah mantan Presiden Indonesia Joko Widodo, mantan Presiden Bulgaria Rumen Radev, serta mantan Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel.
Para pemimpin tersebut, ketika masih menjabat, berkesempatan melihat langsung fasilitas produksi kendaraan listrik VinFast serta mempelajari produk dan kemampuan manufaktur perusahaan.
Kehadiran para pemimpin negara di fasilitas tersebut menunjukkan adanya perhatian internasional terhadap perkembangan industri otomotif Vietnam, khususnya dalam sektor kendaraan listrik.
Pada saat yang sama, kunjungan semacam ini juga menciptakan ruang diplomasi ekonomi yang dapat mendorong hubungan bisnis dan kerja sama industri antara Vietnam dan negara-negara lain.
Membawa Mobilitas Hijau Vietnam ke Dunia
VinFast mengusung visi “For a Green Future” atau masa depan yang lebih hijau sebagai bagian dari arah pengembangan perusahaan.
Melalui visi tersebut, perusahaan berupaya meningkatkan investasi di bidang manufaktur, teknologi, serta ekosistem kendaraan listrik.
Ekspansi internasional menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut. Dengan memperluas pasar, VinFast ingin membawa produk dan solusi mobilitas hijau asal Vietnam kepada lebih banyak konsumen di dunia.
Kunjungan Presiden Myanmar ke pabrik Hai Phong menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan bagaimana perkembangan sebuah perusahaan otomotif dapat bersinggungan dengan hubungan ekonomi antarnegara.
Di tengah percepatan transformasi industri otomotif global menuju kendaraan listrik, kemampuan manufaktur, teknologi, dan jaringan pasar menjadi semakin penting.
Bagi VinFast, fasilitas Hai Phong menjadi fondasi perjalanan tersebut.
Sementara bagi Vietnam, kompleks manufaktur itu menjadi salah satu etalase kemampuan industri nasional untuk tampil di panggung internasional.
Dan bagi Myanmar, kunjungan tersebut membuka kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan teknologi kendaraan listrik sekaligus potensi kerja sama di bidang industri dan mobilitas hijau.
Dari lantai produksi di Hai Phong, ambisi VinFast kini tidak lagi berhenti di pasar Vietnam. Perusahaan tengah membawa industri otomotif dan mobilitas listrik Vietnam ke panggung global.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!