Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Ditangkap Setelah Deklarasi Darurat Militer Desember Lalu

Desi Rossilawati
Rabu, 15 Januari 2025 | 09:25 WIB
Bagikan
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Ditangkap Setelah Deklarasi Darurat Militer Desember Lalu
VISI.NEWS | KORSEL - Penyidik Korea Selatan resmi menangkap Presiden Yoon Suk Yeol pada Rabu (15/1/2025) terkait tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan, menyusul deklarasi darurat militer pada Desember lalu. Penangkapan ini dikonfirmasi oleh laporan media pemerintah Yonhap. "Penyidik menahan Yoon karena tuduhan memimpin pemberontakan," terang laporan Yonhap. Proses penangkapan diwarnai ketegangan, dengan insiden baku hantam antara pasukan pengamanan presiden dan penyidik di kediaman Yoon pada pagi hari waktu setempat. Yoon saat ini ditahan di kantor pusat Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO). Tuduhan pemberontakan yang dialamatkan kepada Yoon menjadi kelanjutan dari proses pemakzulan yang diajukan oleh parlemen pada pertengahan Desember lalu. Saat ini, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan sedang menilai keabsahan pemakzulan tersebut. Jika pemakzulan disahkan, Yoon akan resmi lengser dari jabatannya sebagai presiden. Namun, jika tidak, ia dapat kembali menduduki kursi kepresidenan. Situasi ini telah memicu perhatian luas di dalam dan luar negeri, mengguncang stabilitas politik Korea Selatan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.