Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Presiden Filipina Bongbong Marcos Tanggapi Seruan Pemakzulan Terhadap Wakil Presiden Sara Duterte

Desi Rossilawati
Jumat, 29 November 2024 | 23:35 WIB
Bagikan
Presiden Filipina Bongbong Marcos Tanggapi Seruan Pemakzulan Terhadap Wakil Presiden Sara Duterte
VISI.NEWS | FILIPINA - Presiden Filipina, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., memberikan respons terhadap seruan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte, yang dilontarkan oleh anggota Kongres, France Castro. Marcos menilai pemakzulan tersebut tidak akan memberikan manfaat bagi rakyat Filipina dan hanya akan membebani Kongres. "Mengapa buang-buang waktu untuk itu," kata Marcos dalam konferensi pers, Jumat (29/11/2024), seperti yang dilaporkan oleh Channel News Asia. "Semua ini tak akan membantu memperbaiki kehidupan warga Filipina. Bagi saya ini seperti badai dalam cangkir teh," tambahnya. Tuntutan pemakzulan ini muncul setelah France Castro menyebutkan bahwa anggota Kongres Filipina berencana mengajukan proses pemakzulan terhadap Sara Duterte. Tuduhan terhadap Wakil Presiden termasuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, penyalahgunaan dana publik, hingga kejahatan berat seperti penjarahan. Saat ini, parlemen sedang menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana publik ketika Sara menjabat sebagai Menteri Pendidikan, jabatan yang dia tinggalkan pada Juni lalu. Sara telah membantah tuduhan tersebut. Marcos juga memberikan respons terhadap pernyataan kontroversial Sara Duterte yang mengungkapkan bahwa dia telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Presiden Bongbong Marcos, ibu negara Liza Araneta, serta Ketua DPR Martin Romualdez. Sara menyebut bahwa jika dia terbunuh, orang-orang tersebut harus dibunuh juga, menandakan adanya ancaman serius terhadap keselamatan mereka. Bongbong Marcos mengutuk ancaman tersebut dan menyatakan bahwa rencana kriminal yang disebutkan oleh Wakil Presiden tidak bisa dianggap remeh. Meskipun ada ketegangan dalam hubungan antara Marcos dan Duterte, terutama setelah runtuhnya aliansi mereka, Bongbong menyatakan bahwa dia tidak akan menutup kemungkinan untuk memperbaiki hubungan tersebut di masa depan. "Jangan pernah berkata tidak," katanya saat ditanya soal masa depan hubungan mereka dalam pemerintahan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.