Prabowo Subianto Bertemu Presiden Vietnam di KTT APEC, Bahas Ratifikasi ZEE
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 16 November 2024 | 20:40 WIB
VISI.NEWS | PERU - Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Vietnam, Luong Cuong, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Lima, Peru, pada Jumat (15/11/2024). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengucapkan selamat kepada Luong Cuong yang baru dilantik sebagai presiden pada 21 Oktober lalu.
"Presiden Republik Sosialis Vietnam, terima kasih banyak telah meluangkan waktu untuk menemui saya di tengah-tengah KTT APEC," kata Prabowo dalam pertemuan tersebut.
"Saya sendiri dilantik satu hari sebelum Anda, yaitu pada tanggal 20 Oktober 2024. Terima kasih banyak, Wakil Presiden Anda hadir dalam pelantikan saya. Terima kasih banyak," ujar Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam sangat kuat dan telah terjalin selama 70 tahun. Ia berharap kemitraan strategis ini dapat terus ditingkatkan.
"Kita memiliki sejarah yang sama. Vietnam memiliki sejarah panjang dalam melawan kolonialisme, melawan imperialisme, dan kami sangat mengagumi perjuangan heroik Anda," tambahnya.
Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat proses ratifikasi perjanjian Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dengan Vietnam.
"Kami tetap berkomitmen untuk mempercepat proses ratifikasi perjanjian Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kami. Dan tentu saja, setelah itu, kami harus menyelesaikan pengaturan pelaksanaannya," ujarnya.
"Kami memiliki kerja sama ekonomi yang sangat baik dan kami ingin mengintensifkan kerja sama kami di tahun-tahun mendatang. Terima kasih," imbuhnya.
Pemerintahan Prabowo saat ini tengah mendapat sorotan setelah pernyataan bersama dengan China terkait Laut China Selatan (LCS). Guru Besar hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menyoroti kesepahaman bersama mengenai pengembangan di bidang-bidang yang memiliki klaim tumpang tindih, terutama terkait klaim sepuluh garis putus oleh China yang bertumpang tindih dengan klaim Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Natuna Utara.
"Menjadi pertanyaan mendasar apakah yang dimaksud dengan overlapping claims ini terkait klaim sepuluh garis putus oleh China yang bertumpang tindih dengan klaim Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Natuna Utara?" kata Hikmahanto dalam rilis resmi, Senin (11/11/2024). @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!