Prabowo Kunjungan ke Jepang, Amin AK: Bisa Perkuat Industrialisasi dan Disiplin Fiskal
Pertama, transparansi fiskal penuh, termasuk pengungkapan seluruh potensi risiko seperti contingent liabilities dan skema pembiayaan yang melibatkan jaminan pemerintah. Kedua, transfer teknologi yang terukur, agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar atau lokasi produksi, tetapi mampu meningkatkan kapasitas industri nasional.
Ketiga, nilai tambah ekonomi domestik, melalui peningkatan penggunaan komponen lokal dan keterlibatan tenaga kerja Indonesia.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang juga harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yakni strategi Indonesia dalam menjaga keseimbangan di tengah rivalitas global. Jepang, bersama negara lain seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, merupakan bagian dari ekosistem mitra strategis yang harus dikelola secara cermat.
“Indonesia tidak boleh terjebak dalam ketergantungan pada satu pihak, melainkan harus memaksimalkan posisi tawar sebagai negara dengan sumber daya dan pasar yang besar,” tegasnya.
Amin percaya bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun komitmen tersebut harus diwujudkan dalam desain kebijakan yang konkret dan terukur.
“DPR tentu akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa setiap kesepakatan internasional benar-benar memberikan manfaat optimal bagi rakyat Indonesia,” tambahnya.
Momentum kunjungan ini harus dimanfaatkan bukan hanya untuk menarik investasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa investasi tersebut selaras dengan kepentingan jangka panjang bangsa.
“Indonesia membutuhkan mitra strategis. Tetapi yang lebih penting, Indonesia membutuhkan strategi nasional yang kuat agar tidak hanya menjadi objek investasi, melainkan subjek utama dalam perekonomian global,” pungkasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!