Populasi China Turun untuk Tahun Ketiga Berturut-turut, Krisis Demografi Semakin Mendasar
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 17 Januari 2025 | 21:50 WIB
VISI.NEWS | CHINA - China melaporkan penurunan jumlah penduduk untuk tahun ketiga berturut-turut pada 2024, menambah kekhawatiran tentang krisis demografi yang semakin memburuk. Data dari Biro Statistik Nasional Beijing menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2024, populasi China tercatat sebesar 1,408 miliar jiwa, turun 1,39 juta dari tahun sebelumnya yang mencapai 1,410 miliar.
Penurunan ini merupakan dampak dari rendahnya angka kelahiran yang tidak mampu mengimbangi jumlah kematian. Meskipun ada sedikit lonjakan dalam jumlah kelahiran, yang dipengaruhi oleh pernikahan yang tertunda selama pandemi Covid-19, hal ini tidak cukup untuk menghentikan tren penurunan populasi. Proyeksi demografi menunjukkan bahwa angka kelahiran China akan terus menurun, memicu tantangan besar dalam aspek ekonomi dan sosial.
Pemerintah China telah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan berbagai kebijakan, termasuk promosi pendidikan pernikahan, cinta, serta pemberian insentif keuangan untuk pasangan yang memiliki anak. Namun, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Biaya hidup yang tinggi, semakin banyak orang yang menunda pernikahan dan fokus yang lebih besar pada pendidikan serta karier semakin memperburuk penurunan angka kelahiran.
Selain itu, warisan kebijakan satu anak yang diterapkan selama beberapa dekade masih meninggalkan dampak yang signifikan, salah satunya adalah ketidakseimbangan gender, di mana jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Hal ini turut memperburuk kondisi demografi negara tersebut.
Di sisi lain, jumlah lansia yang terus meningkat dan berkurangnya angkatan kerja juga semakin membebani sistem jaminan sosial. Dengan prediksi bahwa China akan menghadapi kesulitan keuangan pada tahun 2035, negara ini perlu merancang kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi tantangan yang ada. Urbanisasi yang terus berkembang juga semakin memperburuk situasi, karena lebih banyak penduduk yang pindah ke kota, sementara populasi di pedesaan mengalami penurunan signifikan.
Berdasarkan data terkini, penurunan populasi China berpotensi memberikan dampak jangka panjang yang akan mempengaruhi banyak sektor, termasuk ekonomi, ketenagakerjaan, serta sistem kesejahteraan sosial. Pemerintah harus mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih konkret untuk mengatasi masalah ini agar tidak memperburuk krisis demografi di masa depan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!