Pj Gubernur Jabar Jenguk Santri Sukabumi Korban Dinding Kolam Ambruk
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 15 November 2024 | 16:45 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Machmudin menjenguk santri korban ambruknya dinding kolam yang masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Bey menyatakan dari lima santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussyifa Yaspida yang dirawat, satu diantaranya sudah pulang.
“Dari lima yang dirawat, satu orang sudah pulang. Adapun yang empat orang yang masih menjalani perawatan kondisinya sudah membaik. Mereka kebanyakan mengalami memar-memar akibat kejadian itu,” kata Bey, Kamis (14/11/2024).
Lebih lanjut Bey menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa yang terjadi karena selain menyebabkan lima orang santri luka-luka, ada empat santri yang meninggal dunia.
“Kami sampaikan duka cita mendalam kepada keluarga santri yang meninggal dunia juga kita doakan yang mengalami cedera segera sembuh sehingga bisa berkumpul kembali dengan keluarga,” kata Bey.
Dari informasi yang didapat, Bey menyatakan peristiwa di Ponpes Yaspida terjadi secara tiba-tiba. “Peristiwa itu terjadi setelah pengajian, mereka lagi duduk-duduk katanya dan mereka tidak menyangka temboknya akan ambruk. Karena saat itu hujan hanya rintik-rintik dan tidak ada angin,” ujarnya.
Bey yang didampingi Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Anne Hermadianne Adnan telah meninjau lokasi bencana yang terjadi di area ponpes Darussyifa Yaspida.
Menurut dia, pihak ponpes diminta untuk memperbaiki lahan serta bangunan yang tujuannya meminimalisir ancaman bencana. Kemudian BPBD Jabar meminta kepada pimpinan ponpes untuk membentuk santri siaga bencana mengingat akhir November 2024 sampai Februari 2025 itu adalah puncak hujan ekstrim sehingga masyarakat diminta waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
“Kami meminta Kalak BPBD berkoordinasi ke seluruh BPBD kota kabupaten untuk melakukan koordinasi dengan pesantren-pesantren untuk membentuk santri siaga bencana. Karena kita tahu di pesantren banyak asrama, minimal di setiap asrama ada koordinator dan tahu apa yang harus dilakukan disaat terjadi bencana,” ujarnya.
Sebelumnya, sembilan orang santri ponpes Darussyifa Yaspida, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi tertimpa tembok pematang kolam yang roboh, Rabu (13/11/2024) sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam kejadian itu, empat orang santri meninggal dan lima orang santri mengalami luka-luka.
Mereka yang meninggal dalam kejadian itu merupakan santri sekaligus siswa kelas VIII SMP.
Pihak Yaspida menyatakan peristiwa itu terjadi di area ponpes tepatnya di lokasi yang pada 5 November lalu tergerus longsor menyebabkan ambrolnya kolam ikan serta kolam penampungan air bersih.
Ketinggian tembok pematang kolam yang roboh itu 1 meter dan panjangnya sekitar 10 meter. Sebelum kejadian tersebut, pihak Yaspida sudah melarang santri untuk masuk ke area tersebut. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!