Permintaan Chat Cola Meningkat Pesat di Tengah Perang Gaza dan Kampanye Boikot
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 24 November 2024 | 00:10 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023, permintaan terhadap Chat Cola, minuman ringan asal Palestina, mengalami lonjakan signifikan. Banyak warga Palestina yang kini beralih ke produk lokal sebagai bagian dari kampanye boikot terhadap barang-barang yang dianggap terkait dengan Israel. Fahed Arar, pemilik pabrik Chat Cola di Salfit, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap minuman tersebut meningkat tajam sejak perang dimulai, dengan semakin banyaknya orang yang mendukung produk Palestina.
Mahmud Sidr, seorang manajer supermarket, juga mencatat peningkatan penjualan produk Palestina dan Arab yang tidak mendukung Israel.
"Permintaan Chat Cola meningkat sejak perang dimulai karena boikot," kata Arar, yang menyebutkan bahwa produk lokal menjadi pilihan utama di tengah kian meningkatnya sentimen untuk mendukung produk-produk Palestina.
"Kami melihat peningkatan penjualan produk lokal yang tidak berhubungan dengan Israel," ujarnya.
Meskipun Coca-Cola diproduksi di Palestina oleh National Beverage Company dan tidak disuplai untuk pasukan Israel, banyak orang masih menganggap merek tersebut terkait dengan Amerika Serikat, negara yang mendukung Israel dalam konflik tersebut.
Chat Cola kini dianggap sebagai simbol dukungan terhadap ekonomi lokal Palestina, meskipun tantangan kapasitas produksi menjadi hambatan utama. Raja Khalidi, ekonom dari Palestine Economic Policy Research Institute, menyatakan bahwa meskipun ada keinginan kuat untuk membeli produk Palestina, masalah kapasitas produksi masih menjadi penghalang. Namun, dengan meningkatnya kesadaran politik dan dukungan untuk produk lokal, Chat Cola kini memiliki peluang besar untuk berkembang di tengah situasi yang penuh tantangan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!