Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026

Perbaiki Daya Beli Masyarakat di Bulan Ramadhan, Riyono: Negara Harus Hadir

Desi Rossilawati
Rabu, 18 Februari 2026 | 15:10 WIB
Bagikan
Perbaiki Daya Beli Masyarakat di Bulan Ramadhan, Riyono: Negara Harus Hadir

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono mengatakan, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Negara khususnya Bulog tidak boleh hanya menjadi penonton tapi harus hadir, memastikan stok dan harga pangan seperti beras, betul-betul dalam kendali.

Apalagi, lanjutnya , Ramadan kerap menjadi musim panen bagi oknum yang memanfaatkan lemahnya pengawasan negara. Mereka mencari keuntungan tanpa batas. Maka dari itu, ia menilai masyarakat akan kembali menjadi korban permainan harga yang berulang setiap tahun apabila tidak ada intervensi serius dari negara.

Jangan lengah. Ini pola lama yang terus berulang karena pengawasan longgar,” kata Riyono dikutip, Rabu (18/02/2026).

Diketahui, Bulog melaporkan stok beras nasional hingga awal Februari 2026 masih berada di angka 3,2 juta ton. Namun, kondisi berbeda terjadi pada minyak goreng yang baru terealisasi 20 persen dari target produksi nasional sebesar 700 ribu ton.

Data di atas seharusnya menjadi alarm keras dan bukan sekadar bahan presentasi. Karena stok yang tidak ideal, distribusi yang timpang, dan harga yang tak terkendali adalah kombinasi berbahaya menjelang Ramadhan.

"Ini harus jadi perhatian serius sampai H-1 Ramadhan,” ucap politisi Fraksi PKS ini.

Riyono menegaskan, persoalan pangan tidak berhenti pada ketersediaan stok, melainkan juga distribusi dan pengendalian harga, terutama di daerah minus pangan. Tanpa pembenahan rantai distribusi, lonjakan harga tinggal menunggu waktu.

Pasar modern dan pasar tradisional harus sama-sama dikawal. Daerah yang defisit pangan harus jadi prioritas, bukan justru dibiarkan jadi ladang spekulasi,” kata legislator asal Jawa Tengah ini.

Selain itu, Riyono menyinggung peran negara yang dinilainya kerap melemah di hadapan kepentingan pasar dan korporasi. Padahal pangan adalah sektor strategis yang wajib dikuasai negara, bukan diserahkan pada mekanisme pasar yang kerap tidak berpihak pada rakyat.

Ia menegaskan bahwa pangan tidak boleh dikendalikan oleh oknum, apalagi produk impor. Satgas Pangan harus mengawal ketat.

"Negara jangan sampai malah ikut mencari untung dari penderitaan rakyat,” kata dia mengingatkan.

Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan tiga kunci stabilitas harga pangan. Pertama, Bulog wajib memastikan stok aman dan terdistribusi merata di setiap pulau besar. Kedua, Satgas Pangan harus melakukan patroli harga harian di pusat-pusat pasar tradisional utama. Ketiga, Pemerintah harus memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk itu, ia meminta Bulog harus benar-benar hadir di tengah pasar rakyat, bukan hanya di laporan. Tutup celah pelanggaran, kendalikan harga secara presisi.

"Jangan biarkan rakyat kembali menanggung beban akibat kelengahan negara,” imbuh Riyono. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.