Perancis Tetap Akan Akui Palestina Meski Dikecam Israel dan AS
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 25 Juli 2025 | 21:30 WIB
VISI.NEWS | PRANCIS - Pemerintah Perancis membela keputusan Presiden Emmanuel Macron untuk mengakui negara Palestina, meskipun menuai kecaman dari Israel dan Amerika Serikat. Macron menyampaikan pada Kamis (24/7/2025) bahwa Perancis akan secara resmi mengakui Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB bulan September mendatang, menjadikan Perancis sebagai negara Eropa paling berpengaruh yang mendukung pengakuan tersebut.
Keputusan ini langsung memicu reaksi keras. Pemerintah Israel menuding langkah itu menguntungkan kelompok radikal, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebutnya ceroboh dan mendukung propaganda Hamas. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, bahkan menyindir dengan menyebut Palestina sebagai 'Franc-en-Stine'.
Hamas sendiri menyambut baik pengakuan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah menuju keadilan bagi rakyat Palestina. Namun Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Noel Barrot, menegaskan bahwa pengakuan ini justru bertentangan dengan kepentingan Hamas.
“Hamas selalu menolak solusi dua negara. Dengan mengakui Palestina, Perancis menunjukkan sikap menentang organisasi radikal tersebut,” tulis Barrot di platform X.
Di dalam negeri, keputusan Macron memicu pro dan kontra. Ketua partai sayap kanan National Rally, Jordan Bardella, menyebut pengakuan itu sebagai langkah tergesa-gesa yang memberi Hamas legitimasi tak terduga. Sebaliknya, tokoh sayap kiri Jean-Luc Mélenchon menilai pengakuan ini sebagai kemenangan moral, meski ia menyayangkan implementasinya yang belum segera berlaku.
Wakil Presiden Partai Les Républicains, Xavier Bellamy, menilai langkah Macron berisiko kontraproduktif karena bisa membahayakan warga Israel maupun Palestina yang jadi korban Hamas. Ia juga mengingatkan bahwa syarat-syarat yang pernah diajukan Macron, seperti demiliterisasi Hamas dan pembebasan sandera Israel di Gaza, hingga kini belum terpenuhi.
Sementara itu, negara-negara Eropa lain termasuk Inggris tengah mempertimbangkan langkah serupa. PM Inggris Keir Starmer mengatakan akan membahas upaya penghentian perang Gaza bersama pemimpin Jerman dan Perancis, yang disebutnya dapat membuka jalan bagi pengakuan resmi Palestina.
Jika Perancis benar-benar menindaklanjuti keputusannya pada September mendatang, jumlah negara yang mengakui Palestina akan mencapai setidaknya 142 negara di dunia. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!